Pengalaman-Saya
-
Pelatihan fotografi 1990
Aku sedang galau. Lalu pasangan juga minta satu boks untuk menyimpan barang hikingnya. Jadi aku menghabiskan akhir minggu dengan memilah barang, merobek nota dan laporan keuangan TDOC sebelum 2020, dan merapikan barang-barang di rak buku. Saat melakukan penyiangan, aku menemukan album foto kecil. Di dalamnya ada foto-foto yang sering aku lihat tapi baru sekarang aku sadar kalau foto itu diambil ketika ibu mengikuti pelatihan fotografi dari Bhayangkari bulan Juli 1990. Usiaku saat itu 11 tahun. Kegiatan pelatihan dilakukan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Aku masih ingat sebagian dari momen itu. Salah satu yang aku ingat, aku enggan ikut kegiatan itu. Kemungkinan aku sedang libur sekolah. Salah satu alasan aku…
-
Berduka
Beberapa hari lalu aku berduka. Aku mendapat kabar duka tentang seorang aktivis perempuan Kamboja yang meninggal akibat depresi yang diderita selama 1 tahun terakhir. Aku pernah bertemu dan mengobrol singkat sekitar 4 kali dengan orang ini. Satu hal yang membuat kematiannya membekas adalah aku melihat perubahan drastis hanya dalam waktu 6 bulan. Ketika aku bertemu dengannya terakhir kali di akhir 2024, aku seperti melihat diriku ketika mengalami burnout di 2021. Aku bersyukur mengambil langkah cepat dengan meminta cuti selama 1 bulan dan meminta seorang psikolog untuk mendampingi secara online setiap minggu. Selama rehat dan pemulihan, aku rajin menulis jurnal, berpuasa, dan tetap melakukan jalan kaki selama sekitar 4 kilometer per…
-
Menulis lisan
Menulis itu tidak mudah karena menulis berbeda dengan bercerita secara lisan yang biasanya lebih mengalir. Bercerita lebih banyak mengingat kembali, sementara menulis perlu proses refleksi, perlu menata emosi dan berdiam diri. Dengan cara itu seseorang mendapatkan koneksi antara pengalaman yang dulu dengan yang sekarang dan harapan di masa mendatang. Menulis bisa jadi bagian dari spiritualitas. Spiritualitas yang dimaksud adalah menemukan kembali diri sendiri. Setelah melalui banyak proses kehidupan dan mengalami berbagai perasaan, baik itu senang, sedih, prestasi bahagia dan berbagai bentuk emosi lainnya. Menulis juga bagian dari mengingat kembali proses yang sudah dilalui dan menghargai perjalanan hidup. Termasuk mengapresiasi keberhasilan diri seseorang dalam menghadapi berbagai tantangan. Berada di saat ini,…
-
Kamar saya sendiri
Seorang sahabat bercerita tentang putrinya yang sangat senang karena akan segera masuk kuliah dan keluar dari rumah. Dia akan kos yang artinya dia akan memiliki kamarnya sendiri. Sejak lama, putrinya tidak memiliki kamar untuk dirinya sendiri. Aku sempat berpikir, “Oh, aku memiliki privilege.” Aku sulit membayangkan tidak punya kamar yang mewakili ruang privat sendiri. Sejak kecil, sebelum masuk SD, aku dan adik laki-lakiku punya kamar sendiri. Masih satu tempat tidur besar tapi terpisah dinding dengan kamar orang tua. Ada satu ruangan tanpa pintu di bagian belakang yang kadang digunakan untuk kamar juga kalau di bagian itu kurang memberi privasi. Aku dan adikku berbeda satu tahun. Ketika dia masuk SMP, orang…
-
Hari Penuh Imajinasi
Kemarin adalah Hari Penuh Imajinasi karena aku masih membaca buku Dongeng Telepon karya Gianni Rodari. Hari ini aku menyelesaikan buku itu. Selamat! Membaca buku ini terasa sangat membebaskan karena aku tidak perlu khawatir apakah ceritanya realistis atau tidak. Peduli amat! Manusia sejak lama hidup di dunia rasional dan non-rasional. Semakin banyak contoh peristiwa, pemikiran, dan kebijakan yang sangat tidak realistis. Jadi buat apa kita memaksa diri untuk realistis? Buku ini mengingatkan aku bahwa selama ini imajinasiku benar. Kalau dulu gambar-gambar abstrak aku dicemooh orang tua, itu bukan salahku. Bukan salah mereka juga. Mereka melihat dunia dengan cara yang berbeda karena dipaksa keadaan. Bukan berarti cara pandang mereka benar, tapi itu…
-
Hari Rambut Rontok
Terakhir kali aku berambut panjang adalah tahun 2002. Waktu itu rambutku sampai hampir sepinggang, lalu aku potong saat aku kerja di Paiton, Probolinggo. Rambutku tipis dan mudah rontok. Sejak itu, aku tidak pernah memanjangkan rambut. Biasanya hanya sepanjang bahu atau lebih sedikit lalu aku potong. Entah karena usia, rambutku masih terus rontok. Sore ini aku keramas karena rambut berasa lepek atau berkeringat. Wah, aku lihat ada banyak helai rambut yang rontok. Aku berpikir, “sepertinya aku harus siap kalau nantinya aku menjadi botak.” Aku penasaran ingin mencoba AI untuk bisa melihat seperti apa wajahku kalau tanpa rambut. Oya, hari ini aku menghabiskan sisa 2 buah pisang. Seperti biasa, aku memakannya dengan…
-
Hari Menstruasi
Kemarin adalah Hari Menstruasi karena hari pertama aku mendapat mens. Perutku sakit sekali; kembung dan berkontraksi. Aku bersyukur karena kemarin aku membeli lauk 3 potong ikan: 2 ekor dan 1 kepala. Hari ini tersisa satu potong ekor. Aku akan menghangatkannya. Kemarin aku melakukan perawatan kulit wajah sambil menahan sakit di bagian perut. Sebelum berangkat perawatan, aku membalur perutku dengan obat gosok Cina yang cukup panas. Sepanjang perawatan, aku elus-elus perutku untuk mengurangi rasa sakit. Oya, berhubung sakit sekali, setelah sarapan aku minum obat anti nyeri. Agak membantu tapi aku tetap menahan sakit. Hari menstruasi biasanya tidak menyenangkan karena rasa sakit. Selain itu, aku harus rajin mencuci pembalut dan celana dalam.…
-
Hari Pisang
Ketika aku menulis judul Hari Buruh di blog sebelumnya, terbersit ide untuk memberi judul setiap hari selama satu bulan ke depan. Judul bisa diberikan kapan pun dan bisa kata benda, kata kerja, apa pun. Bebas! Kemarin adalah Hari Pisang. Hari Kamis aku membeli pisang ambon satu sisir yang isinya besar dengan harga 20 ribu. Aku beli pagi hari saat berjalan kaki. Di sekitar Masjid Budi Agung, ada banyak penjual kaki lima. Meskipun aku beli Kamis tapi aku banyak memakan pisang di hari Jumat. Aku dan pasanganku suka makan pisang ambon. Di Bogor, selain pisang Ambon ada varian pisang lumut yang harganya lebih murah. Aku tetap lebih suka pisang Ambon. Meskipun…
-
Hari Buruh
Di Hari Buruh ini aku ingin bercerita tentang para penjual dan pekerja yang menggunakan aplikasi Shopee. Kenapa Shopee? Karena aku pengguna Shopee dan selama 2 tahun terakhir lebih banyak belanja melalui aplikasi ini. Selain itu, Shopee merupakan e-commerce dengan jumlah pengunjung terbanyak di Indonesia, baik berdasarkan data kunjungan situs maupun jumlah unduhan aplikasi. Aku biasa memburu pakaian bekas, makanan matang, dan makanan kucing. Aku juga pengumpul koin dan pemburu diskon. Sepertinya ada lebih banyak produk dari luar Indonesia. Sebagian produk kosmetik adalah merek dan buatan Indonesia. Aku jarang membeli kosmetik selama 6 bulan terakhir karena aku lebih senang membeli produk dalam kemasan besar karena lebih murah. Lagi-lagi itu privilege karena…
-
Koin Shopee
Aku sudah lama menggunakan Shopee. Lebih dulu menggunakan Bukalapak dan Tokopedia. Aku meninggalkan Bukalapak lebih dulu. Sejak tahun lalu aku mulai meninggalkan Tokopedia. Aku pernah menggunakan Tik Tok tapi aku uninstall karena merasa tidak cocok. Meskipun lama menggunakan Shopee tapi baru sekitar satu tahun terakhir aku mengenal Shopee Live and Koin Shopee. Sejak saat itu, aku candu mengumpulkan koin. Salah satu pendorongnya adalah penambahan biaya admin. Sebelumnya tidak ada. Gilanya, biaya admin akan lebih besar jika membayar menggunakan Shopee pay dibanding membayar menggunakan rekening S*a Bank. Bank ini adalah salah satu bank digital yang muncul begitu aja. Akhirnya aku buat rekening di S*a Bank untuk mendapatkan biaya admin lebih murah…