Pengalaman-Saya
-
Kenapa aku tidak suka rapat malam
Langsung ke intinya. Kenapa aku tidak suka rapat malam? Itu saja. Aku perlu usaha keras untuk bisa mendapatkan deep sleep atau tidur pulas.
-
Impian
Kadang impian itu terwujud. Kadang impian bukan sesuatu yang jauh untuk dicapai. Impian memang untuk dicapai. Awalnya, diniatkan dulu lalu dibayangkan atau istilahnya divisualisasikan, sehingga menjadi visi. Dengan kondisi impian yang menjadi visi, biasanya berbagai langkah yang dibuat akan menuju impian tadi. Sebelum Maret ditutup, aku ingin menulis satu pencapaian kecil. Aku berhasil mendapatkan laptop Thinkpad X1 carbon gen 8. Lucu! Mungkin sekitar 5 tahun aku memimpikan laptop ini. Aku tidak ingin membeli versi baru karena harganya terlalu mahal. Aku juga masih punya laptop Vivobook S14 yang masih berjalan lancar. Bahkan aku sudah tambah RAM dan ganti baterai. Tahun lalu ketika kena PHK, organisasi menawarkan untuk membeli laptop Lenovo Yoga…
-
Ketika “apa kabar” terlalu abstrak
Menanyakan kabar seseorang dengan pertanyaan literal “apa kabar” adalah hal paling mudah. Mulut kita seperti terprogram otomatis untuk menanyakan hal ini karena sudah terbiasa. Masalahnya, pertanyaan itu sering dianggap basa-basi atau bagian dari sopan santun sehingga seringkali diabaikan atau jika situasi sedang galau, seseorang akan menjawabnya dengan senyuman getir. Lalu aku menemukan beberapa pertanyaan alternatif yang lebih spesifik, tidak terlalu abstrak, sebagai pengganti “apa kabar?” Contohnya: Aku teringat dengan pengalaman menulis jurnal saat melakukan pemulihan dan perawatan diri. Tidak mudah menulis jurnal karena aku terbiasa dengan emosi dasar seperti sedih, bahagia, kecewa, bangga, dan lain-lain. Proses menjelaskan dan menguraikan perasaan itu merupakan poin penting dalam menulis jurnal. Kadang bingung harus…
-
Air bersih
Hampir 3 tahun terakhir, air PDAM di perumahanku tersendat. Bisa dibilang air hanya mengalir di jam-jam tertentu yaitu dari jam 8 malam sampai 5 pagi. Kemudian jam 11 pagi sampai jam 2 siang. Di antara jam-jam tersebut, sama sekali tidak keluar. Sebagian penghuni perumahan sudah mengajukan keluhan dan minta ada perbaikan karena dulunya tidak seperti ini. Ketika aku pindah ke perumahan ini tahun 2018, air kran mengalir lancar dan kencang di waktu siang. Sempat ada informasi bahwa ada kebocoran pipa tapi sekian tahun belum ada perubahan. Kemudian ada informasi lagi bahwa pipa ke perumahan ini perlu diperbaiki karena sudah tua. Perusahaan air ini seperti menunggu ada kucuran dana dari penghuni,…
-
Melewatkan September
September terlewatkan begitu cepat. Aku tahu aku perlu menulis tapi saking ramainya pikiranku, aku tidak terbujur kaku. Ada begitu banyak yang ingin ditulis tapi tidak tahu dari mana. Seingatku 8 September aku mendapatkan informasi tentang penghentian hubungan kerja atau PHK. Berhubung aku sudah menyampaikan niat untuk mengundurkan diri, aku merasa senang dengan berita ini karena aku mendapatkan paket manfaat yang lebih besar. Mulai dari pesangon 3 bulan, bonus, saving pensiun, pengganti rawat jalan, konseling 3x dan sesi coaching sebanyak 5x. Satu hal yang membuatku terkejut adalah masa kerjaku selesai dipercepat dari masa kontrak yaitu 8 Oktober. Ada momen di mana aku bertanya ke diri sendiri, “Lalu setelah itu, aku ngapain?”…
-
What is priority when everything feels urgent?
Maybe we unintentionally burning out ourselves and others. Maybe the idea to have a high-performing team is the legacy of industrial revolution era. But in the chase for relevant, growth, and delivery, we might be draining our greatest resource: our health. Yes, we have talked about pace but yet, we’re doing the same cycle over; annually. We take it lightly burning out as part of modernization, or sacrifice to have modern life. I mean every great civilization comes at some cost. We are born into the mainstream social structure and expectation so everything look normal. To resist is weird and means isolation. There will be times when everything feels urgent,…
-
Kematian dan kesedihan
Malam, 8 Juli 2025. Datang kabar kematian seorang yang aku kenal. Aku tidak kenal akrab tapi pernah beberapa kali bertemu. Dia seorang feminis perempuan Kamboja. Satu hal yang menyesakkan adalah terakhir kali aku bertemu, auranya berubah drastis dibanding 6 bulan sebelumnya. Aku mendengar kalau dia sedang burnout. Aku berasumsi kalau dia mendapatkan banyak bantuan karena dia seorang tokoh feminis yang banyak dikenal dan jaringannya di nasional dan internasional sangat luas. Tujuh bulan sejak pertemuan terakhir, lalu aku mendengar kabar tentang dia lagi. Sepertinya dia berjuang cukup lama dengan depresi. Aku sedih sekali. Ketika bertemu dengannya di November 2024, aku merasa ada kesamaan burnout yang aku hadapi di tahun 2017 dan…
-
Pelatihan fotografi 1990
Aku sedang galau. Lalu pasangan juga minta satu boks untuk menyimpan barang hikingnya. Jadi aku menghabiskan akhir minggu dengan memilah barang, merobek nota dan laporan keuangan TDOC sebelum 2020, dan merapikan barang-barang di rak buku. Saat melakukan penyiangan, aku menemukan album foto kecil. Di dalamnya ada foto-foto yang sering aku lihat tapi baru sekarang aku sadar kalau foto itu diambil ketika ibu mengikuti pelatihan fotografi dari Bhayangkari bulan Juli 1990. Usiaku saat itu 11 tahun. Kegiatan pelatihan dilakukan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Aku masih ingat sebagian dari momen itu. Salah satu yang aku ingat, aku enggan ikut kegiatan itu. Kemungkinan aku sedang libur sekolah. Salah satu alasan aku…
-
Berduka
Beberapa hari lalu aku berduka. Aku mendapat kabar duka tentang seorang aktivis perempuan Kamboja yang meninggal akibat depresi yang diderita selama 1 tahun terakhir. Aku pernah bertemu dan mengobrol singkat sekitar 4 kali dengan orang ini. Satu hal yang membuat kematiannya membekas adalah aku melihat perubahan drastis hanya dalam waktu 6 bulan. Ketika aku bertemu dengannya terakhir kali di akhir 2024, aku seperti melihat diriku ketika mengalami burnout di 2021. Aku bersyukur mengambil langkah cepat dengan meminta cuti selama 1 bulan dan meminta seorang psikolog untuk mendampingi secara online setiap minggu. Selama rehat dan pemulihan, aku rajin menulis jurnal, berpuasa, dan tetap melakukan jalan kaki selama sekitar 4 kilometer per…
-
Menulis lisan
Menulis itu tidak mudah karena menulis berbeda dengan bercerita secara lisan yang biasanya lebih mengalir. Bercerita lebih banyak mengingat kembali, sementara menulis perlu proses refleksi, perlu menata emosi dan berdiam diri. Dengan cara itu seseorang mendapatkan koneksi antara pengalaman yang dulu dengan yang sekarang dan harapan di masa mendatang. Menulis bisa jadi bagian dari spiritualitas. Spiritualitas yang dimaksud adalah menemukan kembali diri sendiri. Setelah melalui banyak proses kehidupan dan mengalami berbagai perasaan, baik itu senang, sedih, prestasi bahagia dan berbagai bentuk emosi lainnya. Menulis juga bagian dari mengingat kembali proses yang sudah dilalui dan menghargai perjalanan hidup. Termasuk mengapresiasi keberhasilan diri seseorang dalam menghadapi berbagai tantangan. Berada di saat ini,…