Pengalaman-Saya

Hari Rambut Rontok

Terakhir kali aku berambut panjang adalah tahun 2002. Waktu itu rambutku sampai hampir sepinggang, lalu aku potong saat aku kerja di Paiton, Probolinggo. Rambutku tipis dan mudah rontok. Sejak itu, aku tidak pernah memanjangkan rambut. Biasanya hanya sepanjang bahu atau lebih sedikit lalu aku potong. Entah karena usia, rambutku masih terus rontok.

Sore ini aku keramas karena rambut berasa lepek atau berkeringat. Wah, aku lihat ada banyak helai rambut yang rontok. Aku berpikir, “sepertinya aku harus siap kalau nantinya aku menjadi botak.” Aku penasaran ingin mencoba AI untuk bisa melihat seperti apa wajahku kalau tanpa rambut.

Oya, hari ini aku menghabiskan sisa 2 buah pisang. Seperti biasa, aku memakannya dengan mencincang lalu mencampur dengan madu yang aku beli di Chiang Mai. Aku sedang berusaha menghabiskan kastengel yang diberikan sebagai hadiah dari penjual cheesecake langganan.

Satu hal lagi. Minggu lalu aku membeli sepatu olahraga dan trail merek Asics. Harganya 250 ribu. Ukurannya sangat ngepas dan ternyata sepatu ini tidak cocok untuk kaki lebar. Jadi jari kakiku ada yang bertumpuk dan membuatnya kapalan. Ini pertama kali aku punya sepatu Asics. Sepatu adidas seken yang aku beli jauh lebih nyaman. Harganya 400 ribu karena baru sekali pakai tapi warnanya putih jadi mudah kotor. Aku paling tidak suka dengan sepatu warna putih.

Tadi siang aku makan di Saung Kuring, rumah makan Sunda, yang ada di dekat rumah. Wah, memang masakannya enak dan segar. Harganya mahal sih. Ya, sekali-kali, terutama karena masih awal bulan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *