Pengalaman-Saya

Surat untuk sahabat 1, Juli 2026

 Halo D,

Aku menulis surat ini menggunakan voice typing. Aku harus mengeditnya. Kerja dua kali tapi ini memudahkan karena kadang aku lebih suka ngomong. Sebenarnya juga bisa mengirimkan voice note tapi aku suka dengan proses ngomong kemudian mengedit lalu mengirimkannya.

Jadi ini sudah bulan Juli dan aku sudah bekerja di Pe***p* kurang lebih 6 bulan dan kontrakku akan selesai di 16 Desember. Aku sedang berpikir ke mana setelah ini, mau ngapain. Aku tidak berniat melanjutkan kontrak di Pe***p. Kayaknya aku di momen yang merasa lebih leluasa untuk kerja sendiri atau di proyek jangka pendek atau per tahun. Aku ingin punya lebih banyak otonomi untuk mengelola tenggat atau ritme bekerja. Aku mau bepergian. Bisa di dalam dan luar negeri. Aku merasa perjalanan bermanfaat untuk merapikan pikiran atau membantu untuk melihat pengalaman secara berbeda. 

Dalam satu tahun terakhir, aku semakin sering menggunakan AI untuk bekerja. Bicara soal akal imitasi, aku jadi teringat saat awal kuliah kemudian mengenal tentang internet. Tahun 97 ketika masuk UI, pertama kali juga membuat akun email. Hampir setiap hari ke warnet untuk belajar browsing, mencari informasi secara liar dan tersesat, lalu menghabiskan uang jajan karena lagi “seneng-senengnya” dengan internet. 

Aku jadi merasa, “Oke, ini sudah pernah aku jalani sebelumnya.” Aku masih melihat apa yang berbeda dari akal imitasi ini. Aku jadi ingat tentang skripsiku tentang perilaku pencarian informasi di web. Yang menarik bukan AI atau web tapi (perubahan) perilaku manusia ketika berhubungan dengan mesin yang idealnya dibentuk untuk melayani kebutuhan manusia. 

Aku mau balik lagi ke soal pekerjaan. Jadi aku masih mencari bentuk pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan, minat, dan mencari informasi bagaimana aku bisa mengembangkan itu menjadi pekerjaan yang memberi penghasilan secara rutin. Salah satu yang sudah terpikirkan sejak lama adalah menjadi dokumenter. Aku belajar di J*** bahwa dokumenter lebih dari seorang notulis. Selain mencatat proses dan kesepakatan, dokumenter juga mencatat perubahan metode dan refleksi fasilitator dalam proses fasilitasi. Berhubung sekarang ada AI, aku harus berkompromi tentang peran dokumenter yang tidak bisa dilakukan AI. Bagaimana AI bisa membantu aku atau menggunakan AI sebagai nilai tambah ketika menjadi seorang dokumenter? 

Baru ini saja yang kepikiran untuk ditulis.

Ditulis dan didikte selama perjalanan naik bus ke Pandaan, 21 Juli 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *