Uncategorized

74th birthday

Suatu kebahagiaan bisa melihat ibuku di usia 74 tahun. Sehat, aktif, bahagia, dan bisa bepergian. Kualitas penglihatan dan pendengarannya berkurang tapi di luar itu, dia sehat. Aku bersyukur. Ini salah satu berkah berlimpah yang luar biasa.

Kemarin ibu dan bapakku datang ke reuni pensiunan polisi di Surabaya. Minggu sebelumnya dia jalan-jalan, entah ke Sidoarjo atau Malang bersama teman-teman di perumahan. Mereka urunan menyewa minibus 1,3 juta. Aku membayangkan, kalau aku seusia ibu, mungkin aku juga akan jalan-jalan seperti ibu. Tujuannya mungkin berbeda, tapi yang penting ngumpul bareng kawan-kawan.

Aku jadi berpikir, “Seperti apa aku ketika berusia 74 tahun?”
“Apakah aku bisa mencapai usia itu? Apakah aku akan bahagia?”

Karena menurutku di setiap tahapan usia selalu ada tantangan berbeda. Sama halnya dengan tiap generasi punya keunggulan dan kelemahan masing-masing. Menurutku, bukan perkara menua tapi bagaimana aku memaknai usia dan tubuhku yang pasti berubah. Tidak semua perubahan bisa diterima dengan bahagia. Bisa jadi ada kebingungan dan pergolakan.

Aku ingin lebih banyak menulis dan menerbitkan tulisan itu. Saat ini aku tidak lagi terobsesi apakah tulisan itu dibaca atau tidak. Aku hanya ingin ada legacy atau peninggalan berupa pengetahuan atau minimal wisdom, kearifan, semacamnya. Dan tidak selalu terkait secara langsung tentang gerakan, tetapi sesuatu yang personal. Orang lain yang akan menghubungkannya dengan isu perempuan, keadilan, dll.

Aku ingin meninggalkan sebuah perpustakaan, entah itu fisik atau digital. Setiap anggota bisa menitipkan tulisan mereka. Kalau dipikir, peninggalan itu bukan hanya milikku tapi juga milik orang tua dan orang-orang di sekelilingku yang membentuk aku seperti sekarang.

Aku bahagia mendengar suara ibuku di telepon. Dia terdengar sehat dan senang. Dia kuat, dia menikmati hidupnya. Aku mencintai semangatnya. Seperti biasa, dia menanyakan apakah aku sudah makan, makan apa, kenapa hanya makan nasi sekali? Bahkan di usia ini, dia masih mengkhawatirkan aku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *