Pengetahuan-Saya

Menemukan titik teduh

Titik teduh bisa berupa tempat yang tenang untuk menarik diri sebentar untuk menata gemuruh emosi. Bisa juga berupa keadaan yang membuat diri lebih tenang, damai, menyatu, dan berdaya. Setiap orang memiliki titik teduh masing-masing yang perlu ditemukan dan diaktivasi. Cara menemukan dan mengaktivasinya beragam: berdoa, meditasi, latihan pernapasan, dan lainnya. Dalam bukunya, Agnosthesia, Maria Frani Ayu mengatakan bahwa dalam situasi yang tegang atau darurat, seseorang perlu dengan cepat menenangkan diri karena ketenangan adalah kunci untuk mengatasi masalah dengan baik.

Aku jadi ingat bahwa meditasi pun bisa dilakukan dalam beragam cara, tidak hanya diam dan merenung tapi ketika berolahraga kadang bisa membantu fokus. Bukan berarti fokus pada masalah, tapi fokus pada diri sendiri. Solusi kadang berada di diri dan sekitar diri. Kadang olahraga menjadi cara untuk release kemarahan atau kekecewaan sehingga selesai olahraga berasa “enteng” atau ringan secara psikis.

Dengan membaca buku Agnosthesia, aku belajar bahwa manusia tidak pernah hanya merasakan satu emosi. Mungkin ada satu yang dominan tapi selalu ada banyak emosi yang menyertai dan menemani. Penting untuk tidak hanya fokus pada satu emosi yang dominan tapi merasakan beragam emosi lainnya. Aku berefleksi bahwa salah satu cara untuk bisa lebih peka merasakan emosi yang menyertai, manusia perlu melambat ritme kehidupan.

Sudah lama aku punya buku ini dan aku sudah sempat membacanya. Kali ini aku membacanya lagi dan menulis beberapa hal yang berkesan dari buku ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *