-
Kucing jantan Abu
Sekitar satu bulan terakhir, ada seekor kucing jantan berwarna abu-abu loreng, datang ke rumah. Kondisinya sakit flu karena sering bersin dan hidungnya mengeluarkan lendir. Karena tidak tega, aku sering membersihkan hidung dan mulutnya. Aku juga beri makan, kadang sisa dari makanan Cantik dan Sinbad yang tidak habis. Biasanya dia lahap. Awalnya, Cantik dan Sinbad menghindar kalau kucing jantan ini masuk ke rumah. Salah satunya mungkin karena di awal ada bau tidak sedap. Jadi aku bersihkan badannya menggunakan tisu basah dan kering. Sedikit membantu tetapi ada ekornya yang gimbal, sepertinya ada kotoran yang lengket. Tetapi kalau aku bersihkan agak keras, dia seperti kesakitan. Belakangan, Cantik dan Sinbad tidak menjauh tapi mengamati…
-
Atun: Kucing Caper
Ada seekor kucing yang aku kenal cukup lama di perumahan. Aku kenal sejak kecil, mungkin sekitar usia 4 bulan. Sekarang sepertinya hampir 1 tahun. Dia betina belang tiga. Sepertinya dia tidak suka dengan betina lain, termasuk Cantik dan Sinbad. Menurut tetangga seberang rumah, Atun, begitu panggilannya, punya pemilik tapi tidak diperhatikan. Jadi Atun berusaha mencari perhatian dari manusia lain. Dia ingin disayang. Menurutku aneh kalau dia punya pemilik tapi kelihatannya lapar terus. Dia sering mengeong di rumahku. Jadi kalau makanan Sinbad dan Cantik tidak habis, aku akan berikan ke Atun. Masalahnya, beberapa minggu lalu tetanggaku juga komplen di grup bapak-bapak karena banyak kucing yang berkeliaran diberi makan lalu poop di…
-
Surat dari Gen X untuk Gen Z
Anakku, Milenial, Gen Z dan seterusnya, harap maklum ya dengan generasi ibumu ini. Kami sering menganggap kalian malas, kurang tangguh, mudah menyerah, tidak bisa fokus, kurang serius, dan lain sebagainya. Mungkin kami yang kurang peka. Kalian aku anggap anak atau keponakan aku sendiri. Bagaimana tidak? Kucing liar yang ada di perumahan sudah aku anggap anak sendiri, apalagi kalian. Mereka masih liar, keluar masuk rumah sesuka hati. Kalau kalian sedang ada “badai” di luar rumah juga bisa kembali ke rumah. Bagi kami, Gen X, tolok ukur kesuksesan berbeda dari generasi sebelumnya. Aku rasa sah kalau kalian mendefinisikan kesuksesan hidup dengan cara yang berbeda. Milenial dan Gen Z mungkin punya pemahaman yang…
-
Kucing oyen “Fendi”
Baru kali ini aku bisa cepat dapat nama untuk seekor kucing. Dia berkelamin jantan dan dari ukuran tubuh, aku pikir dia masih remaja, sekitar 7 bulan. Tapi tetangga depan rumah memberi informasi kalau usianya sama dengan si Cantik atau Betina yaitu lebih dari 1,5 tahun. Rupanya karena dia sakit. Aku baru mengenalnya sekitar 2 bulan. Awalnya aku dengar suara mengeong yang bikin aku kasihan. Lalu aku buka pintu dan dia langsung masuk dan tidak mau keluar. Aku beri makan. Rupanya dia kena flu, bersin-bersin dan ingusnya muncrat ke lantai, lengket dan susah dibersihkan kalau sudah kering. Aku tidak tahu apa dia pernah dipelihara orang di perumahan, tapi dia selalu pipis…
-
Bubu is dead
Today I mourn the passing of Bubu, my beloved cat. She is a cat with special need. She was quiet, love to play, easy to pleased, has one eye that work well, can’t jump, can’t run, love petting, and has wonderful furs. Bubu has been living with me for the past one year. I didn’t vaccinate and neuter her. I just love her. I took care of her when she got sick. She’s easily got sick. She has suffered from muscle stiffness twice that she couldn’t stand up and walk properly. Her head little bit bigger than other cats. She was born with a genetic disorder. I found just two…
-
Kucing lumpuh
Setelah kematian kucing hitam putih, aku semakin yakin kalau aku perlu memberi nama ke kucing yang sering datang ke rumah. Ini demi kepraktisan, terutama kalau mereka sakit dan aku harus membawa mereka ke klinik hewan. Contohnya Bubu. Juli tahun 2022, dia sempat lumpuh. Setelah minum obat 3-4 hari, dia pulih. Lalu dua minggu yang lalu, empat kakinya kaku dan tidak bisa berjalan. Ketika makan, air liurnya tidak bisa dikendalikan. Lehernya juga lemah sehingga sulit tegak. Bubu ini kucing belang tiga. Rescue di belakang perumahan Budi Agung. Dia meringkuk sendirian di pinggir jalan, bulunya tipis dan rontok. Sepertinya dia pasrah untuk mati. Aku sedang jalan kaki dari olahraga pagi. Aku bawa…
-
How is the weather in your heart-mind-body?
Aku belajar untuk menanyakan pertanyaan di atas ke diri sendiri. Salah satu bagian dari merawat kesadaran supaya merasa lebih bersyukur dan melihat semua pengetahuan adalah bagian dari perjalanan. How is the weather in your heart-mind-body? Kenapa ada tiga hal? Mungkin saja cuaca di hati, pikiran, dan tubuh kita berbeda. Sebagian akan mengatakan, it’s a unity. Iya, tapi kadang aku tidak sadar atau kurang peka dengan kondisi hati dan tubuh, lalu pikiran mengatakan aku baik-baik saja agar aku dapat melakukan kegiatan seperti biasa. Kadang aku juga tidak tahu bagaimana mengenali tubuh yang lelah dan hati yang kacau. Kadang terlihat ketika aku mengalami kesulitan tidur atau bangun terlalu cepat kemudian tidak bisa…
-
Memaknai “rescue”
Mungkin hampir 5 tahun aku mulai “rescue” kucing. Dimulai setelah kepergian Maria, temanku di tahun 2017. Kemudian 2018 aku membawa 3 bayi kucing yang aku temui di kampus IPB ke rumah. Setelah itu, beberapa anak kucing menyusul. Banyak yang akhirnya mati dengan berbagai sebab; kecelakaan, kurang perhatian, sakit, melahirkan, dll. Aku sempat tersentak ketika ada komentar dari seorang teman yang mengatakan bahwa aku hanya suka mengambil kucing di jalan. Awalnya aku “rescue” karena iba atau kasihan. Kemudian, ketika akhirnya mereka mati dengan berbagai alasan, aku jadi bertanya lagi, “Untuk apa aku merawat mereka kalau bukan menyelamatkan hidup mereka? Bukankah makna rescue adalah menyelamatkan?” Aku tidak pernah mengadopsi kucing jalanan karena…
-
Tiga anak bulu
Senin, 6 Maret malam aku kembali ke Bogor dari Malang. Aku tidak disambut oleh kucing calico yang biasanya datang ke rumah. Aku terlalu lelah karena bus terlambat dari jadwal. Tengah malam aku merasa mendengar suara-suara aneh. Aku biarkan. Paginya, aku melihat kucing calico sudah ada di dalam rumah. Aku melihat perutnya sudah kempes. “Oh dia sudah melahirkan. Dimana bayinya?” batinnya. Aku pikir dia melahirkan di tempat lain. Lalu aku dengar suara-suara bayi kucing. Aku cari sumber suara. Duh, ternyata dia melahirkan di dalam kardus TV. Di dalamnya ada TV yang aku simpan. Memang di dalam situ hangat, tapi… ya sudahlah. Ada tiga bayi, dua bayi dengan dua warna: putih hitam…
-
Kematian
Tulisan ini menyambung tulisan sebelumnya tentang anak si Belang yang hamil, bersamaan dengan Belang. Selama 10 hari aku berada di luar kota. Aku hanya minta pekerja di rumah untuk membersihkan pasir gumpal dan menambah makan dan minum untuk tiga kucing yang masih sering ke rumah. Aku was-was kalau si Belang sudah melahirkan. Perut Belang lebih besar daripada anaknya yang selama beberapa minggu terakhir aku panggil dengan nama Sinbad, sesuai dengan nama perumahan tempat aku tinggal. Aku berpikir, kayaknya Belang duluan yang akan melahirkan. Aku pulang hari Senin, 20 Desember malam menggunakan bus. Aku kaget mendengar dan mencium bau aneh. Ternyata ada dua bayi kucing di kamar kedua. Salah satu bayi…