Atun: Kucing Caper
Ada seekor kucing yang aku kenal cukup lama di perumahan. Aku kenal sejak kecil, mungkin sekitar usia 4 bulan. Sekarang sepertinya hampir 1 tahun. Dia betina belang tiga. Sepertinya dia tidak suka dengan betina lain, termasuk Cantik dan Sinbad. Menurut tetangga seberang rumah, Atun, begitu panggilannya, punya pemilik tapi tidak diperhatikan. Jadi Atun berusaha mencari perhatian dari manusia lain. Dia ingin disayang.
Menurutku aneh kalau dia punya pemilik tapi kelihatannya lapar terus. Dia sering mengeong di rumahku. Jadi kalau makanan Sinbad dan Cantik tidak habis, aku akan berikan ke Atun. Masalahnya, beberapa minggu lalu tetanggaku juga komplen di grup bapak-bapak karena banyak kucing yang berkeliaran diberi makan lalu poop di kebun kecilnya. Selain itu, kucing-kucing itu kadang merusak tanaman yang dia rawat dengan penuh cinta.
Selama kurang lebih dua bulan, aku tidak memberi makan kucing selain Sinbad dan Cantik yang lebih banyak berada di dalam rumah. Aku juga berikan pasir supaya mereka poop di dalam rumah. Tapi karena tidak di dalam kandang, mereka juga bebas cari makan dan poop sendiri.
Kepribadian Atun ini agak sangar. Dia berani menantang berantem kucing lain. Seminggu terakhir ini aku lihat dia dekat banget dengan kucing hitam putih yang juga sering nongkrong minta dan mencuri makanan dari rumahku. Beneran mereka kawin. Ada jantan kecil juga yang sepertinya naksir Atun. Walaupun Atun kawin sama jantan lain, dia tetap ngikutin. Memang Atun cakep.
Cantik gak mau kalah. Dia tahu Atun itu saingannya dan dia tidak suka dijulidin. Dia akan balik melawan. Beda dengan induknya, Sinbad yang kalem aja kalau diroweng sama Atun. Dikatain macem-macem sama Atun juga diam aja Sinbad. Mungkin karena Sinbad senior, buat dia Atun itu anak kecil yang berisik dan gak perlu diladenin.
Aku sih khawatir kalau Atun bakal hamil. Siapa yang akan menyediakan rumah buat dia dan anak-anaknya? Jadi skandal baru di perumahan. Belum ada yang mau mensteril Atun karena setahu para tetangga, dia punya pemilik. Jadi kita tidak berani steril tanpa izin.