Kucing lumpuh
Setelah kematian kucing hitam putih, aku semakin yakin kalau aku perlu memberi nama ke kucing yang sering datang ke rumah. Ini demi kepraktisan, terutama kalau mereka sakit dan aku harus membawa mereka ke klinik hewan.
Contohnya Bubu. Juli tahun 2022, dia sempat lumpuh. Setelah minum obat 3-4 hari, dia pulih. Lalu dua minggu yang lalu, empat kakinya kaku dan tidak bisa berjalan. Ketika makan, air liurnya tidak bisa dikendalikan. Lehernya juga lemah sehingga sulit tegak.
Bubu ini kucing belang tiga. Rescue di belakang perumahan Budi Agung. Dia meringkuk sendirian di pinggir jalan, bulunya tipis dan rontok. Sepertinya dia pasrah untuk mati. Aku sedang jalan kaki dari olahraga pagi. Aku bawa dia ke rumah. Bulunya sangat mirip dengan Sinbad. Waktu itu Sinbad baru satu bulan melahirkan tiga bayinya. Alhamdulilah setelah 2 hari, Sinbad mau menyusui anak baru ini. Perkiraanku Bubu berusia tiga bulan tapi tubuhnya kecil.
Dalam masa pertumbuhan, tubuh anak-anak Sinbad jauh lebih cepat dan lebih besar dari Bubu. Aku paham sepertinya ada masalah pertumbuhan dari Bubu. Dia anak jalanan, bukan anak kompleks atau perumahan seperti anak-anak Sinbad. Sekitar 10 hari sebelum Bubu lumpuh, adiknya, hitam putih mati. Ketika itu aku sedang di Malang bersama suami.
Aku sedih tapi pasrah. PRT aku mengatakan kalau sebelum mati, hitam putih sempat muntah di dekat pintu. Kejadiannya cepat. Semoga dia tidak terlalu sakit.
Dua minggu lalu aku sudah membawa Bubu ke klinik hewan. Selama seminggu minum obat tidak ada perubahan. Lalu aku cari akupuntur karena mencari penyembuhan alternatif. Aku dapat info di DNA klinik. Aku bawa ke sana dan dokter menyarankan tes darah untuk mengeliminasi kemungkinan FIP, virus pada kucing. Aku sih sudah firasat bukan FIP karena nafsu makannya kuat, tidak pernah muntah, tidak lemas. Dia masih semangat bergerak.
Oke, aku ikuti tes darah seharga 700 ribu. Benar! Negatif, Bubu is healthy cat. Jadi kemungkinan lain adalah cacat genetik. Sejak aku selamatkan, dia memang berbeda dari anak kucing lain. Dia tidak bisa berlari dan melompat. Kemungkinan kondisinya memburuk. Selama 10 hari sejak lumpuh, Bubu tidak pernah BAB dan pipis dua hari sekali. Dia memang diberi makanan cair, kemudian diberikan Nature Bridge recovery dan Royal Canin recovery. Menurut dokter, dua makanan tersebut 90% diserap oleh tubuh jadi masih normal. Dia juga meraba perut Bubu dan tidak ada gumpalan feses. Aku cukup lega.
Setelah hasil tes darah, Bubu menjalani akupuntur sekitar 15 menit. Selesainya, dia BAB. Alhamdulilah. Aku akan melihat kembali perkembangannya. Semoga ada kemajuan. Aku sulit juga meninggalkan dia kalau dia tidak bisa makan sendiri. Suamiku tidak bisa menyuapi dia. PRT aku mungkin bisa tapi kurang telaten dengan kucing. Mengurus kucing dengan disabilitas itu melelahkan. I pray to universe that Bubu has the strength to go on. Her siblings love her.