Kucing jantan Abu
Sekitar satu bulan terakhir, ada seekor kucing jantan berwarna abu-abu loreng, datang ke rumah. Kondisinya sakit flu karena sering bersin dan hidungnya mengeluarkan lendir. Karena tidak tega, aku sering membersihkan hidung dan mulutnya. Aku juga beri makan, kadang sisa dari makanan Cantik dan Sinbad yang tidak habis. Biasanya dia lahap.
Awalnya, Cantik dan Sinbad menghindar kalau kucing jantan ini masuk ke rumah. Salah satunya mungkin karena di awal ada bau tidak sedap. Jadi aku bersihkan badannya menggunakan tisu basah dan kering. Sedikit membantu tetapi ada ekornya yang gimbal, sepertinya ada kotoran yang lengket. Tetapi kalau aku bersihkan agak keras, dia seperti kesakitan.
Belakangan, Cantik dan Sinbad tidak menjauh tapi mengamati dia dari dekat. Jantan ini tidak menunjukkan karakter dominan, jadi Cantik dan Sinbad menerimanya dengan baik. Salah satu alasan aku membiarkan dia masuk karena kucing jantan hitam putih yang menjadi “penguasa” blok A dan B ini sering menyerang dan merundung kucing abu. Berhubung dia sakit dan lemah, biasanya dia merunduk di bawah motor atau berusaha membela diri sebisanya. Selain jantan hitam putih, ada jantan oranye dengan satu matanya juling, yang juga kadang menyerang si Abu.
Kucing oranye ini sepertinya peliharaan dari tetanggaku karena dia memakai kalung dan bersih. Cakep sih. Kalau aku amati, sepertinya dia naksir dengan Cantik atau Sinbad. Hanya Cantik yang merespon; tapi terakhir dia bersikap cuek. Berhubung si Abu sering masuk rumah, mungkin Oranye cemburu dan berpikir kalau Abu juga naksir Cantik. Entah ya!
Suamiku tidak suka dengan si Abu. Dia tidak membolehkan Abu masuk karena khawatir punya rabies. Aku harap tidak sih. Biasanya setelah membersihkan Abu dan memberi makan, aku akan mengeluarkan dia. Atau kalau ada jantan penyerang lewat, aku biarkan dia di dalam lalu kalau situasi aman, aku keluarkan dia.