-
Birthday month
April is my birthday month. I don’t specifically celebrate it. I treated my husband to a local soto. I ate together with my best friend in FIB-UI canteen. I took it seriously in term of health. Reaching 47 is not easy case and with age comes the health issue. Since mid 30s, I had regular medical checkup, which I really proud of. The main problem is cholesterol and I like to see it as under control. Somehow. Also my weight, I need to monitor it so I won’t get obese and easy to move. I always proud myself to be a self-motivated person. I like to think it as an…
-
Ketika “apa kabar” terlalu abstrak
Menanyakan kabar seseorang dengan pertanyaan literal “apa kabar” adalah hal paling mudah. Mulut kita seperti terprogram otomatis untuk menanyakan hal ini karena sudah terbiasa. Masalahnya, pertanyaan itu sering dianggap basa-basi atau bagian dari sopan santun sehingga seringkali diabaikan atau jika situasi sedang galau, seseorang akan menjawabnya dengan senyuman getir. Lalu aku menemukan beberapa pertanyaan alternatif yang lebih spesifik, tidak terlalu abstrak, sebagai pengganti “apa kabar?” Contohnya: Aku teringat dengan pengalaman menulis jurnal saat melakukan pemulihan dan perawatan diri. Tidak mudah menulis jurnal karena aku terbiasa dengan emosi dasar seperti sedih, bahagia, kecewa, bangga, dan lain-lain. Proses menjelaskan dan menguraikan perasaan itu merupakan poin penting dalam menulis jurnal. Kadang bingung harus…
-
Makna politis dari rehat dan jeda
Ketika aku berencana untuk mengundurkan diri, kemudian mendapat informasi bahwa aku masuk dalam daftar PHK, aku berpikir tentang bagaimana aku akan menggunakan momen tersebut untuk rehat dan mengatur kembali ritme tubuh dan pikiran. Aku ingin mengoptimalkan momen ini karena selama sekian tahun bekerja dan kuliah, bahkan di momen tertentu melakukan keduanya, aku merasa lelah. Bahkan ada momen ketika aku merasa harus menyibukkan diri dengan bekerja tetapi aku tidak benar-benar menikmatinya atau tidak merasa “hadir di dalam prosesnya”. Hanya ingin sibuk supaya tidak diam dan merasa berguna. Aku penasaran dan melihat ke KBBI daring untuk melihat makna kedua kata ini. Rehat bermakna ketenangan; penghentian. Kata ini berasal dari bahasa Arab yang…
-
Kematian dan kesedihan
Malam, 8 Juli 2025. Datang kabar kematian seorang yang aku kenal. Aku tidak kenal akrab tapi pernah beberapa kali bertemu. Dia seorang feminis perempuan Kamboja. Satu hal yang menyesakkan adalah terakhir kali aku bertemu, auranya berubah drastis dibanding 6 bulan sebelumnya. Aku mendengar kalau dia sedang burnout. Aku berasumsi kalau dia mendapatkan banyak bantuan karena dia seorang tokoh feminis yang banyak dikenal dan jaringannya di nasional dan internasional sangat luas. Tujuh bulan sejak pertemuan terakhir, lalu aku mendengar kabar tentang dia lagi. Sepertinya dia berjuang cukup lama dengan depresi. Aku sedih sekali. Ketika bertemu dengannya di November 2024, aku merasa ada kesamaan burnout yang aku hadapi di tahun 2017 dan…
-
Can we afford it?
LinkedIn account of Leadership First post on strategy to manage and prevent burnout. Khail Drago summed up his opinion about burnout. He wrote that burnout often affects those who care deeply about their work, as their passion turns into exhaustion when meaningful aspects of their job are overshadowed by stress, monotony, or mismanagement. Burnout is not just about overwork; it’s about losing the connection to what once made the work fulfilling. When purpose and enthusiasm are replaced by relentless demands, lack of recognition, or workplace dysfunction, individuals may feel drained, cynical, and disconnected from their sense of self-worth. This can lead to emotional exhaustion, reduced performance, and even physical health…
-
Learn to feel wealthy
So I learn from some readings about the difference of being rich and wealthy. The latter is focus on what’s enough to be content. If an asset become a burden, better to sell it and use it to achieve other priorities that make you content. Being rich usually associated with materialistic dream and net worth. There’s an article (https://www.linkedin.com/pulse/wealth-chapter-2-types-part-1-financial-priyank-kothari) that mention to be a wealthy, one must have values, clear vision, and discipline to achieve it. I think clear values, vision, and discipline are must for everything in a life. So, yeah! The article breaks down several level of wealth, which not entirely rely on money and finance. James Clear…
-
Self-care menggunakan jurnal
Ada banyak hal yang aku pelajari dari proses pemulihan diri tahun lalu. Salah satunya adalah mengidentifikasi emosi yang dirasakan. Tanyakan beberapa hal ini dan tuliskan di jurnal. Apa yang kamu rasakan saat ini? Kecewa, bahagia, bingung, marah? Apa yang terjadi hingga membuat kamu merasa seperti ini? Mungkin kamu merasa diabaikan, merasa tidak dihargai, dll? Apa yang ingin kamu lakukan terhadap perasaan ini? Apa pelampiasan yang biasa kamu lakukan? Apakah kamu akan melempar barang, berteriak dan mengatakan kata-kata kasar ke orang-orang sekitar meskipun bukan mereka yang salah? Apakah ada cara yang lebih baik untuk menghadapi perasaan ini? Apakah kamu pernah mengatur napas, menghitung sampai 10 detik sebelum membalas pesan, menyatakan rasa…
-
Love myself
Aku sayang aku. Aku peduli dengan diriku. Kalimat di atas pasti terdengar egois dan mementingkan diri sendiri. Seringkali terdengar sepele dan tidak jarang diremehkan secara tersirat atau tersurat oleh orang lain. Termasuk orang yang terdekat seperti keluarga atau teman. Aku juga pernah mengalami situasi bingung dengan konsep self-care atau love myself. Lalu aku refleksikan ke diriku sendiri dan perlahan memahaminya. Aku dulu berpikir bahwa love myself atau mencintai diri sendiri adalah tugas individu atau tanggung jawab individu. Jadi misalnya aku merasa tidak percaya diri karena tubuhku, nilaiku, dan lain-lain ya aku menyalahkan diriku sendiri. Kalau aku merasa tidak berharga karena aku mengecewakan orang tua, aku akan menyalahkan diri sendiri juga.…
-
Merawat orang sakit
Dua minggu yang lalu aku merawat bapakku yang dirawat di rumah sakit di Pandaan, Jawa Timur. Aku masih bersyukur dia bisa mendapat kamar kelas satu jadi satu kamar diisi dua orang. Bagian tengah bisa digunakan untuk penunggu istirahat. Awalnya informasi dari ibu adalah keluhan lemah jantung sehingga bapak harus memakai oksigen. Kemudian ada benjolan berisi air di kaki kiri bapak dan ketika pecah, kulit seperti melepuh. Aku dan pasanganku, bersama ibu, bergantian merawat bapak. Selama 4 hari aku menginap di RS bersama pasangan. Pada dua malam pertama, sangat melelahkan karena bapak sulit tidur, sering terbangun dan minta dipapah untuk ke kamar mandi atau dibantu duduk. Seluruh badannya terasa sakit. Ternyata…
-
Back to self-care
Sehari setelah Idul Fitri atau tanggal 14 Mei sampai dengan hari ini, 16 Mei, aku kembali ke jalan yang benar. Aku mulai berjalan kaki minimal 3 km ditambah senam di rumah. Aku masih mengurangi nasi putih dan menghitung asupan kalori untuk menjaga berat badan dan stamina. Aku lebih bersemangat lagi. Aku menjaga tetap membaca buku dan fanfiction. Sejak Idul Fitri, aku malas sekali menulis jurnal. Kenapa aku malas menulis jurnal? Aku merasa tidak banyak hal yang bisa aku tulis karena aku tidak melakukan banyak kegiatan. Aku mencuci dan menjemur pakaian, mencuci piring, olahraga, memberi makan kucing, sarapan, mandi, membaca buku beberapa halaman, membaca fanfic berjam-jam, mengecek IG, membalas pesan, tidur…