-
Menjadi pustakawan
Seingatku sejak aku mengenal perpustakaan keliling di kelas 2 SD, aku bercita-cita untuk menjadi pustakawan. Waktu itu pemahaman aku tentang tugas pustakawan sangat terbatas tapi paling tidak aku akan dikelilingi oleh berbagai bacaan dan orang-orang yang senang membaca. Ide utama yang aku bayangkan dengan menjadi pustakawan adalah seseorang yang punya hasrat untuk terus membaca, mengumpulkan bacaan, belajar, dan membagikannya ke orang lain. Ide itu belum berubah. Sekarang, ketika bekerja dengan posisi sebagai koordinator program, aku melihatnya sebagai jalan menuju pustakawan. Mungkin ini salah satu bentuk tugas pustakawan; mengorganisir dan berbagi pengetahuan dan kapasitas. Aku masih membayangkan pustakawan; aku ingin menjadi pustakawan seperti apa? Bentuk perpustakaan seperti apa dan bagaimana aku…
-
Semakin sulit untuk menulis
Sesederhana itu yang aku rasakan. Mei 2024, genap aku bekerja selama 2 tahun di lembaga sekarang. Apakah ada banyak beban pekerjaan? Sepertinya tidak berubah drastis. Lalu kenapa aku menjadi sulit menulis? Waktu, masih ada. Tenaga, masih ada. Kreativitas, menipis. Entah kenapa, aku baru menyadari bahwa menulis membutuhkan kreativitas. It was easy because I had so much anger. It was like a flood. Banyak membaca, mengamati dan berefleksi, iya. Kreativitas, hmm! Aku tidak perlu inspirasi yang begitu wah. Kehidupanku sendiri adalah inspirasi untuk menulis karena aku menulis sebagai sebuah jurnal untuk menyusuri apa yang sudah aku lakukan. Ini salah satu cara agar aku bisa “in the present”, mengalami secara sadar. Kenapa…
-
Curhat Gen Z
Ini beberapa curhat Gen Z yang aku salin dari aplikasi Thread. Sbnrnya yg kurg bgus ya umur 28 tahun msih mnjdi beban org tua dlam hal finansial, mknya sebisa mgkin di umur sgtu hrus sudh bertanggung jawab ke diri sndri minimal bisa membiayai diri sndri, brdiri di kaki sndri bukan brharap ke org tua trus. Enggak usah mikirin sukses apa enggak stidaknya bisa mngurangi beban org tua itu udah hal bagus kok . Aku hanya mengubah kalimat di atas menjadi italic. Redaksinya tidak aku edit sama sekali atau anak sekarang akan menyingkat “samsek”. Semoga masih bisa dibaca walaupun perlu beberapa detik lebih lama. Kalimat di atas merupakan respon dari curhat…
-
Spotify family plan
Sebagai manusia ala kadarnya, aku mencari biaya termurah untuk berlangganan aplikasi. Salah satunya Spot*fy. Aku ikut grup yang anggota keluarga supaya mendapat akses “family plan”. Untuk 3 bulan, aku membayar 40 ribu. Ini masih masuk akal dan sepadan dengan kerepotannya. Repot, karena setiap 3 bulan aku harus berlangganan lagi dan biasanya Spot akan mendeteksi “kebohongan” ini. Entah bagaimana caranya, pihak pengepul akun Spot bisa melewati hambatan. Kadang perlu waktu 2-3 hari supaya bisa login dan mendapat akses premium lagi. Ya, cari murah harus siap dengan risikonya. Kalau untuk Netx, aku lebih baik membeli resmi. Sekitar 4-5 bulan aku sudah berhenti Netx karena mereka mendukung Israel. Terkait film, aku sudah punya…
-
Journaling is hard
It is hard to maintain regular check in or journaling for yourself. The consistency required some levels of sanity and power of reflection. There are some people who now suggesting headline journaling, some sort of micro journaling or writing smaller and more concise chunks of thoughts or feelings. It is also a way to accommodate micro speed reading in the social media era. I haven’t buy into this idea. I think journaling is supposed to be hard because it’s a challenge to ourselves. Often it’s not simple to describe my day. I can state the facts and some layers of feeling I had that day but I need to process…
-
Entah bagaimana
Sepertinya aku pernah menulis tentang topik ini, tapi ingin menulisnya lagi. Topiknya sederhana, yaitu aku kadang heran bagaimana aku bisa menghadapi, menyelesaikan, dan melewati sebuah pekerjaan yang menantang dan sulit. Pada momen seperti itu, aku ingin memberi apresiasi pada diriku sendiri. Ada beberapa momen yang aku ingat. Pertama, ketika aku berusaha untuk memulihkan diri dari trauma sebagai korban pelecehan seksual. Prosesnya lama dan aku setuju kalau ada yang mengatakan “it’s a lifetime process.” Because you may be able to deal with the big chunk of the trauma, but often “the debris” are laying everywhere. Aku tidak merasa harus mengumpulkan serpihan itu satu persatu untuk membuatku utuh. Jika aku tidak menemukan…
-
So much, so little
So much happened this week, but I feel like they are not worth to mention here. It’s work and working but not fun. Not everything meant to be fun but when you’re lack of it, you want one. I am sorting myself out to things that I want to share in this board. It doesn’t matter if there is no one read it, because the consideration is whether or not it’s worth to venting out. I want to rant about something that I love to remember in the future. Something that bring positive nostalgia or a thin smile on my lips. There is part of me that refuse to see…
-
Cinta Picisan
Original posting on https://forevernikn.wordpress.com/2007/09/29/cinta-picisan/ Pada suatu waktu di masa lalu, saya pernah punya pacar, panggil saja AN. Kami “jadian” waktu awal kelas 2 SMP nun jauh di pinggiran Jakarta, berbatasan dengan provinsi Jawa Barat. Saya lah yang pertama kali jatuh hati dan mendekatinya. Sejak kelas satu sampai kelas dua, saya sering nitip salam, minta biodatanya, dan seabrek kegiatan pendekatan alias PDKT. Alhasil, dia mengetahui kalau saya suka dengannya. Entah siapa yang mengajak berpacaran, saya sendiri sudah lupa. Selama berpacaran, tidak ada yang istimewa kecuali saat mendekati akhir hubungan, dia memberikan hadiah ulang tahun berupa sepasang cincin dari rajutan serat kayu dan benang dengan nama saya beserta tiga buah buku Fredy…
-
Fredy S dan masa puber
Tema Fredy S muncul di grup WhatsApp beberapa waktu lalu. Cukup ramai sampai ada rencana untuk membahasnya dalam diskusi tematik JALINTB. Aku menunggu waktunya karena buatku buku-bukunya mewarnai puberku. Novel Fredy S membantu aku mengenali seksualitas. Ceritanya sederhana, mudah dicerna, menggunakan bahasa sehari-hari, dan sesuai dengan konteks. Satu buku bisa aku selesaikan kurang dari sehari. Gaya bahasa yang digunakan tidak berbunga-bunga atau penuh kiasan. Langsung ke makna sesungguhnya. Satu lagi yang menurutku khas. Buku Fredy S ini selain ada yang baru, tapi sebagian besar dibeli pelanggan, termasuk aku di toko buku bekas. Ada banyak bukunya dijual di sana. Harganya murah, sangat terjangkau siswa SMP dengan uang saku yang minim. It’s…
-
Petualangan Item
Original posting on https://forevernikn.wordpress.com/ Melepas kucing yang baru aku besarkan sekitar 4 bulan ternyata emosional. Bagi Klenting Hitam alias Item, mungkin membuat dia stres. Usianya sekitar 7 bulan. Sebagai anak yatim piatu di usia 3 bulan, aku mengadopsinya bersama 3 saudaranya. Dari 4 kucing, hanya Item yang bertahan sampai hari ini. Padahal dia yang berat badannya paling rendah, tubuhnya paling kecil, dan agak sulit patuh BAB di bak pasir. Ketika aku keluar kota selama satu minggu, dia bab di lantai sampai 3x. Pipis juga di lantai. Aku bingung, biasanya dia mengerti. Suamiku sangat tidak suka dan minta aku mencari orang lain untuk merawat dia. Tentu bukan perkara mudah. Apalagi Item…