• Pengetahuan-Saya

    Donor darah dan pra-menopause

    Hari Minggu aku ikut suami ke PMI untuk mendonorkan darah. Sebelumnya dua kali aku mencoba dan gagal. Pertama kali mencoba daftar jadi donor di Malang dan tidak bisa. Waktu itu tekanan darahku tidak sampai 110. Kedua kali di Bogor, gagal dengan alasan sama. Lalu kemarin, gagal lagi. Kali ini tekanan darahku sesuai syarat minimal yaitu 110/70 tapi tingkat hemoglobin di 12,4 sementara syarat minimal adalah 12,5. Sepertinya aku memang tidak layak jadi donor. Ironi karena aku merasa lebih sehat dari suamiku yang rutin mendonor. Aku tidak merokok, jarang sekali minum kopi, rutin berolahraga, selama 3-4 bulan terakhir tidur dengan baik sampai 6 jam. Aku sempat bertanya ke perawat, apakah Hb…

  • Pengalaman-Saya

    The sound of rain

    When you occupy with work, sometimes everything around you disappear or invisible. You are no longer sensitive and appreciate your surrounding. It’s like taking a bullet train where the view flashing in front of you. You can’t enjoy it and you can’t even describe what you see. I am glad for taking 5 days leave this week so I am present in the beginning of rain season in Bogor. I am aware when the lightning strikes and the feeling afterward. I become aware and appreciate my senses. It’s not something I take for granted. In a way, I understand the need of Gen Z to prioritize their wellbeing. Sometimes it’s…

  • Pengalaman-Saya

    Surat dari Gen X untuk Gen Z

    Anakku, Milenial, Gen Z dan seterusnya, harap maklum ya dengan generasi ibumu ini. Kami sering menganggap kalian malas, kurang tangguh, mudah menyerah, tidak bisa fokus, kurang serius, dan lain sebagainya. Mungkin kami yang kurang peka. Kalian aku anggap anak atau keponakan aku sendiri. Bagaimana tidak? Kucing liar yang ada di perumahan sudah aku anggap anak sendiri, apalagi kalian. Mereka masih liar, keluar masuk rumah sesuka hati. Kalau kalian sedang ada “badai” di luar rumah juga bisa kembali ke rumah. Bagi kami, Gen X, tolok ukur kesuksesan berbeda dari generasi sebelumnya. Aku rasa sah kalau kalian mendefinisikan kesuksesan hidup dengan cara yang berbeda. Milenial dan Gen Z mungkin punya pemahaman yang…

  • Perjalanan-Saya

    Bisexuality – a secret tail

    I’ve been undermining bisexuality. I don’t realize that by doing it I undermine my reality and sexuality. I always thought heterosexuality or homosexuality. I can grasped slowly about transgender but still thinking bisexuality was something unreal, gray areas, confusion phase of coming out as homosexuality, and undecided. There were some feminists who still consider that it’s not a priority to the organizing work to show your sexuality especially sexual orientation. Particularly if you are living in a conservative and fundamentalist community. But in my experience, when one start to coming in and out as bisexual or homosexual, the world look kind of different. The way you experience your self: body,…

  • Pengalaman-Saya

    Mengambil jarak

    Mungkin sekitar 5 bulan lalu aku bertemu dengan sahabatku di Jakarta. Setelah itu, perhatianku tersita dengan pekerjaan. Sejujurnya aku kecewa dengan pertemuan itu. Sahabatku memiliki 4 anak dan yang bungsu berusia sekitar 15 bulan ketika kami bertemu terakhir kali. Bungsu ini memang selalu dibawa karena usianya. Aku kecewa karena dalam beberapa kali pertemuan terakhir aku merasa tidak bisa bercerita dengan leluasa. Waktunya juga tidak cukup karena masing-masing ingin berbagi. Sebagai seorang ibu, ceritanya fokus pada anak-anaknya. Ketika bertemu, aku justru ingin istirahat dan berusaha menghindari obrolan tentang pekerjaan. Aku merasa tidak punya waktu cukup untuk bercerita karena dia harus mengawasi anaknya bermain dan menyuapi anaknya makan. I don’t know how…

  • Pengetahuan-Saya

    Learn to feel wealthy

    So I learn from some readings about the difference of being rich and wealthy. The latter is focus on what’s enough to be content. If an asset become a burden, better to sell it and use it to achieve other priorities that make you content. Being rich usually associated with materialistic dream and net worth. There’s an article (https://www.linkedin.com/pulse/wealth-chapter-2-types-part-1-financial-priyank-kothari) that mention to be a wealthy, one must have values, clear vision, and discipline to achieve it. I think clear values, vision, and discipline are must for everything in a life. So, yeah! The article breaks down several level of wealth, which not entirely rely on money and finance. James Clear…

  • Perjalanan-Saya

    Less apologetic

    Yesterday I met someone who I knew in 2013-2014. She forgot me because at the time I was wearing hijab. She recognized me when we met last night. Then she asked, why I took it off. I didn’t give any answer, then she jokingly said, “Have you come to your sense?” It’s a common joke and doesn’t mean to offend. Of course, there is pretext that some feminists still see hijab as restriction to women’s expression and sexuality. I used to see it that way too. As I think about it this morning, wearing hijab is my journey to be acceptable of my sexuality. That is why I don’t have…

  • Perjalanan-Saya

    Kucing oyen “Fendi”

    Baru kali ini aku bisa cepat dapat nama untuk seekor kucing. Dia berkelamin jantan dan dari ukuran tubuh, aku pikir dia masih remaja, sekitar 7 bulan. Tapi tetangga depan rumah memberi informasi kalau usianya sama dengan si Cantik atau Betina yaitu lebih dari 1,5 tahun. Rupanya karena dia sakit. Aku baru mengenalnya sekitar 2 bulan. Awalnya aku dengar suara mengeong yang bikin aku kasihan. Lalu aku buka pintu dan dia langsung masuk dan tidak mau keluar. Aku beri makan. Rupanya dia kena flu, bersin-bersin dan ingusnya muncrat ke lantai, lengket dan susah dibersihkan kalau sudah kering. Aku tidak tahu apa dia pernah dipelihara orang di perumahan, tapi dia selalu pipis…

  • Perjalanan-Saya

    Hujan lagi

    Hari ini, Bogor hujan. Terakhir kali hujan seingatku pada saat unggahan tulisan terakhir. Berhubung kemarin aku kecewa karena hujan yang terjadi merupakan hasil rekayasa cuaca, kali ini aku tidak ingin senang dulu. Hujan turun sekitar 2 jam tapi tidak deras. Cukuplah membasahi tanah yang masih tersisa dan aspal yang kepanasan. Aku berharap memasuki September, hujan akan lebih sering turun. Turunnya hujan berpengaruh ke mood dalam bekerja. Salah satunya karena cuaca ikut berpengaruh ke kondisi kesehatan dan suasana di rumah atau kantor. Hujan kadang bikin takut kalau disertai dengan angin kencang. Entah ya, manusia itu takut air hujan. Jadi kalau hanya hujan dan kita terlindungi dengan jas hujan atau payung, kita…

  • Perjalanan-Saya

    Rekayasa cuaca

    Begini. Di cerita sebelumnya, aku bahagia dengan kehadiran hujan 20-30 menit setelah beberapa minggu kesepian dan kering tanpanya. Rupanya hujan itu bukan anugerah alami tetapi rekayasa dari pemerintah untuk mengurangi polusi. Biayanya besar tapi media tidak menyebutkan besarannya. Bumi kurang perkasa bagaimana? Manusia sampai berjuang sekeras itu untuk menurunkan hujan. Aku tidak tahu jika ada rencana rekayasa cuaca lanjutan. Kebahagiaanku tidak serta merta hilang, hanya berkurang. Aku berharap bumi menyadari kesulitan manusia dan merasa empati. Masalahnya manusia sendiri tidak berempati pada bumi. Aku merasa lucu, kecewa, sedih, bodoh, sebal. Manusia tidak perlu melakukan rekayasa cuaca kalau berusaha untuk mengendalikan polusi. Aku tahu aku bagian dari produsen polusi dan kebutuhan energiku…