Pengetahuan-Saya

Donor darah dan pra-menopause

Hari Minggu aku ikut suami ke PMI untuk mendonorkan darah. Sebelumnya dua kali aku mencoba dan gagal. Pertama kali mencoba daftar jadi donor di Malang dan tidak bisa. Waktu itu tekanan darahku tidak sampai 110. Kedua kali di Bogor, gagal dengan alasan sama. Lalu kemarin, gagal lagi. Kali ini tekanan darahku sesuai syarat minimal yaitu 110/70 tapi tingkat hemoglobin di 12,4 sementara syarat minimal adalah 12,5. Sepertinya aku memang tidak layak jadi donor.

Ironi karena aku merasa lebih sehat dari suamiku yang rutin mendonor. Aku tidak merokok, jarang sekali minum kopi, rutin berolahraga, selama 3-4 bulan terakhir tidur dengan baik sampai 6 jam.

Aku sempat bertanya ke perawat, apakah Hb berhubungan dengan menstruasi. Dia menyarankan kalau perempuan biasanya perlu waktu 7-14 hari dihitung dari hari terakhir menstruasi untuk bisa mendonorkan darah.

Terkait menstruasi juga ada cerita lain. Saat ke PMI, aku baru selesai menstruasi tetapi kali ini sangat sedikit. Sekitar 4 tetes di hari pertama, selanjutnya 3 tetes dan menjadi seperti flek. Itu saja. Aku jadi teringat kalau ibuku menopause di usia 45 tahun. Saat ini aku berusia 44 tahun, jadi wajar kalau aku mengalami pra-menopause.

Aku sampaikan tentang menopause ini ke suami. Tentu saja dia tidak tahu dan bertanya balik. Aku jelaskan sedikit tentang menopause. Aku merasa agak galau tentang menopause. Apa dampaknya ke tubuhku dan perasaanku? Apakah akan berdampak juga ke pekerjaan dan kehidupan seksual? There are many things to unpack.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *