Pengetahuan-Saya

Percayalah pada yang tidak ada

Harga beras semakin mahal. Aku berusaha mengingat kapan terakhir kali bisa membeli beras SPHP (ramos) 5 kilogram seharga 55 ribu. Kapan terakhir kali aku bisa membeli beras 1 liter seharga 10 ribu dengan kualitas baik? Aku pernah merasakan beras SPHP yang diisi dengan beras kualitas jelek. Aku bertanya-tanya sendiri, membatin tidak berdaya. Beberapa bulan kemudian muncul berita yang mengkonfirmasi bahwa terjadi kasus beras SPHP oplosan, atau campuran antara kualitas rendah dan premium. Ada yang menulis pelakunya oknum pedagang. Aku kok gak percaya.

Ah ya, “percaya”. Siapa yang bisa dipercaya? Kadang aku juga tidak percaya pada diri sendiri. Apalagi negara. Susah!

Bicara soal percaya, WNI dalam dua minggu terakhir kehilangan rasa percaya pada PLN. Perusahaan Listrik Negara yang dalam dua minggu terakhir lebih sering mematikan listrik daripada menyalakan listrik. Ini bias Jawa sih karena sepertinya di daerah luar Jawa, ketidakadaan listrik dianggap lumrah. Jadi sekarang aku semakin percaya pada yang tidak ada, atau semakin sulit dijangkau.

Terakhir aku membeli beras seharga 12 ribu per liter. Ini masuk kategori beras biasa, bukan premium. Dari penampilan dan rasanya beda. Kenapa? Karena aku tidak tahu sampai kapan aku bisa membeli beras seharga ini dengan kualitas baik. Bisa jadi akhir tahun 2026, beras dengan kualitas sama harganya menjadi 14 ribu.

Listrik? Bahaya kalau WNI semakin terbiasa dengan pemadaman bergilir. Aku baca sekilas Dirut PLN minta maaf. Tapi aku menolak membaca atau mendengar berita itu. Aku tidak percaya.

Tidak percaya pada apa yang tidak ada, sudah biasa. Tapi percaya pada apa yang tidak ada, perlu dibiasakan. Negara ini penuh dengan ketiadaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *