Tidur lelap
Pada kunjungan ke Malang terakhir, aku menyadari kalau aku tidur lebih lelap ketika berada di Pandaan. Jauh lebih nyenyak dibanding tidur di Suropati, kosan, atau di tempat lain. Mungkin karena di Pandaan aku tidur bersama ibu. Meskipun hawa di Pandaan panas dan kebanyakan barang tapi terasa rumah banget. Tidak hanya dari suasana tapi juga makanannya sederhana.
Aku mengikuti jadwal tidur ibu jam 9 malam dan bangun di jam 5. Kadang aku bangun jam 6 saking lelapnya. Nyaman banget kasur ibu.
Aku juga senang karena ibu sudah membereskan beberapa pakaian tidak dipakai dan diberikan ke tetangga atau saudara. Tetap masih banyak barang dan pakaian tetapi perlahan berkurang. Aku juga melakukan hal yang sama di Bogor.
Beberapa hari terakhir, tidurku lelap. Mungkin seminggu terakhir, setelah aku kembali dari Malang, aku lebih nyenyak. Hari ini aku tidur jam 9 dan bangun jam 5.30. Aku membatasi makan nasi 1 kali sehari, lalu snack dan berhenti makan jam 6 atau 7 malam. Aku mulai jalan kaki lagi dengan jarak 2-3 km meskipun 4-5 hari seminggu.
Aku merasa berbagai hal berjalan dengan lancar. Lebih bisa memilah mana masalah yang di luar kontrol dan dalam kontrol; mana yang perlu dipikirkan dan yang tidak; mana yang perlu diperbaiki daripada hanya dipikirkan.