-
Hari Pisang
Ketika aku menulis judul Hari Buruh di blog sebelumnya, terbersit ide untuk memberi judul setiap hari selama satu bulan ke depan. Judul bisa diberikan kapan pun dan bisa kata benda, kata kerja, apa pun. Bebas! Kemarin adalah Hari Pisang. Hari Kamis aku membeli pisang ambon satu sisir yang isinya besar dengan harga 20 ribu. Aku beli pagi hari saat berjalan kaki. Di sekitar Masjid Budi Agung, ada banyak penjual kaki lima. Meskipun aku beli Kamis tapi aku banyak memakan pisang di hari Jumat. Aku dan pasanganku suka makan pisang ambon. Di Bogor, selain pisang Ambon ada varian pisang lumut yang harganya lebih murah. Aku tetap lebih suka pisang Ambon. Meskipun…
-
Kesehatan Jelang Ramadan 2025
Sore tadi aku mengalami sakit kepala yang luar biasa. Ketika magrib, mataku juga mulai Aku berusaha tidak minum obat sehingga tidur lebih awal, sekitar jam 8. Lalu aku terbangun jam setengah sebelas dan menulis catatan ini. Selama hampir 2 minggu, aku mengalami gatal-gatal di mata yang terasa perih dan membuatnya bengkak. Mata pandaku semakin terlihat. Menjelang Ramadan di bulan Maret, aku ingin berada dalam kondisi fit. Sekitar 3 hari belakangan, tenggorokan terasa sedikit sakit. Hampir tiap hari aku semprot Betadine throat spray. Akhirnya malam ini aku minum obat flu karena tidak saja aku masih sakit kepala tapi aku juga bersin-bersin dan hidung berlendir. Di pertengahan Februari, aku sempat mens. Sepertinya…
-
Hujan di pertengahan Agustus
Malam ini hujan deras. Bau tanah menguar di udara. Aku bahagia. Setelah dua atau tiga bulan panas terik dan kualitas udara di Jakarta dan Bogor berada di titik kritis, akhirnya turun hujan. Hujan sekitar 30 menit dan rasanya memuaskan dahaga. Hujan ini berkah karena pemukiman yang mengandalkan air tanah merasa kesulitan air bersih. Aku yang mengandalkan PDAM pun mengalami hal yang sama, air yang keluar dari kran di pagi sampai siang hari kecil. Aliran air kencang setelah jam 7 malam. Itu baru satu hal. Hal lain yang menjadi isu kesehatan berat adalah kualitas udara di Jabodetabek yang mengkhawatirkan. Masalah semakin kritis karena media mainstream tidak menganggap tingginya polusi udara di…
-
Gerakan feminis yang sehat
Ketika menjadi bagian dari gerakan feminis berarti aku juga harus bergerak, secara harfiah aku harus bergerak. Sejak lulus kuliah, berat badanku naik 2 Kg dan terasa sekali. Pakaian dalam menjadi lebih sesak. Aku berefleksi, apa yang berubah ketika kuliah dan setelah kuliah. Salah satunya ruang dan kesempatan bergerak. Pada saat kuliah, aku masih harus naik tangga 3 sampai 4 lantai selama 4 hari dalam seminggu. Kadang aku bisa bolak-balik naik tangga karena suatu urusan, entah makan siang, fotokopi, ke dekanat, ke perpustakaan, dan lain-lain. Berbagai tempat di kampus dicapai dengan berjalan kaki. Masih nyaman karena berjalan bersama teman sambil ngobrol jauh lebih ringan daripada sendirian. Trotoar bagi pejalan kaki dan…