Air bersih
Hampir 3 tahun terakhir, air PDAM di perumahanku tersendat. Bisa dibilang air hanya mengalir di jam-jam tertentu yaitu dari jam 8 malam sampai 5 pagi. Kemudian jam 11 pagi sampai jam 2 siang. Di antara jam-jam tersebut, sama sekali tidak keluar.
Sebagian penghuni perumahan sudah mengajukan keluhan dan minta ada perbaikan karena dulunya tidak seperti ini. Ketika aku pindah ke perumahan ini tahun 2018, air kran mengalir lancar dan kencang di waktu siang. Sempat ada informasi bahwa ada kebocoran pipa tapi sekian tahun belum ada perubahan. Kemudian ada informasi lagi bahwa pipa ke perumahan ini perlu diperbaiki karena sudah tua. Perusahaan air ini seperti menunggu ada kucuran dana dari penghuni, padahal kita sudah membayar iuran setiap bulan.
Ada segelintir penghuni yang menghidupkan kembali atau menggali lebih dalam sumur air tanah. Sebagian lagi memasang tandon air untuk menampung. Tapi ada indikasi penghuni yang menggunakan pompa air untuk menyedot air PDAM sehingga tetangga lain tidak kebagian. Aku tidak paham kebenarannya. Tentu ada kecurigaan karena di perumahan ini ada rumah yang digunakan sebagai pesantren sementara dengan 14 santri putri. Mereka pasti memerlukan lebih banyak air. Mungkin mereka punya sumur.
Untuk menggali sumur di sini perlu dana besar. Berhubung aku hanya tinggal berdua dengan suami dan hanya ada 2 kucing yang tidak pernah aku mandikan, air yang ada masih memadai.
Tetapi untuk keluarga lain, sangat tidak memadai. Apalagi sebagian juga memasak di rumah dan perlu lebih banyak air untuk mencuci baju. Keluhan melalui telepon atau aplikasi sudah diajukan oleh sebagian penghuni tetapi belum ada perbaikan. Ada rencana untuk langsung mendatangi kantor PDAM tetapi belum terwujud. Menurutku, kalau mau demo di PDAM musti bawa media juga. Kalaupun tidak, perlu mengajak warga dari perumahan lain supaya lebih besar desakannya.