Perjalanan Idul Fitri 2025
Ramadhan 2025 berjalan lancar. Aku batal puasa selama 5 hari. Sebelum libur panjang, aku mencoba mengerjakan berbagai tugas. Sayangnya di tengah libur Lebaran, terjadi gempa besar di Myanmar dan berdampak ke Thailand. Padahal seminggu setelah cuti Lebaran, lembagaku akan melakukan kegiatan di Chiang Mai, Thailand. Semoga semesta mendukung kegiatan aku dan kawan-kawan.
Lebaran hari pertama di Malang bersama keluarga pihak ibu dari suamiku. Sekitar 3 jam berkumpul untuk halal bihalal di rumah kakak tertua. Kemudian kami ke Pandaan. Lebaran kali ini suami menyewa mobil selama 5 hari sehingga kami bisa bolak-balik Malang-Pandaan.
Lebaran hari kedua, kami bersama orang tuaku ke Porong. Bertemu dengan saudara dan keluarga sangat menyenangkan. Termasuk berkunjung ke kuburan keluarga dan mengingat kembali letak kuburan eyang, paman, bibi, dan saudara dekat lain. Termasuk mendengarkan cerita yang sama disampaikan bapak dan ibu. Ada sedikit cerita baru juga. Seperti rumah ternak besar, berisi sekitar 50 sapi, yang sekarang ada di desa mereka. Seperti biasa makan rujak cingur ala Waung yang potongan kikilnya besar, bumbunya hitam, dan sayurnya sedikit. Lalu di rumah Bude makan bakso buatan sendiri.
Cerita perjalanan mudik menuju Malang dan kembali ke Bogor juga menarik. Ini pertama kali aku mencoba naik Mtrans sleeper. Kami mengalami macet sekitar 3 jam di jalan tol Cikopo. Durasi perjalanan menjadi lebih lama 4 jam dari jadwal. Sampai di penginapan di Malang, capek banget. Aku paksakan puasa karena aku tidak mau mengganti puasa di hari biasa. Dalam perjalanan ke Bogor relatif lancar walaupun ada sedikit kemacetan di pintu tol dan beberapa kali bus berhenti sebentar. Mungkin supirnya lelah atau memeriksa kendaraan. Ini pertama kali aku naik bus Gunung Harta sleeper dan berhenti di Baranangsiang. Biasanya aku turun di Yasmin. Menurutku sleeper GH lebih nyaman dibanding Mtrans dan Sinar Jaya. Walaupun cuma makan satu kali tapi posisi sleepernya nyaman dan tidak terasa sesak. Biaya transportasi mudik tahun ini mencapai 1,850 juta. Tahun-tahun sebelumnya aku hanya menghabiskan 1,2 sampai 1,5 juta. Naik setiap tahun karena suamiku ingin naik sleeper PP.
Aku tidak terlalu suka bus sleeper. Untuk perjalanan selanjutnya, aku ingin naik bus biasa saja atau kombinasi. Perjalanannya panjang dan melelahkan. Aku jadi terpikir tahun depan naik pesawat. Boleh dicoba, walaupun biasanya lebih mahal.
Sampai di Bogor, masih banyak toko dan warung yang tutup. Warung Jaya, masakan chinese, langgananku sudah buka. Tapi warung Sunda dan Tegal masih tutup.
Aku mengambil cuti lebih awal jadi hari Senin nanti aku sudah masuk kerja. I am looking forward to it.