Melewatkan November
Tulisan ini masih tersimpa di draft. Aku berencana untuk lanjut menulis tapi rupanya tidak sempat. Pikiranku menjelang liburan adalah menikmat liburan. Di akhir Desember aku di rumah orang tua di Pasuruan selama kurang lebih 6 hari.
Aku tidak menulis apapun di bulan November. Oktober sampai awal Desember sangat padat. Aku bersyukur bisa melewatinya dengan sedikit guncangan. All works well!
Aku melanjutkan kontrak kerja selama 1 tahun lagi. Aku lebih memilih kontrak tahunan daripada jangka panjang agar terpacu untuk mencari yang lain atau lebih peka ketika ada kesempatan lain datang. Karena aku meyakini, kadang suatu kesempatan hadir dalam bentuk yang samar. Kadang dalam bentuk tantangan, hambatan, kesedihan, kegembiraan, keanehan, dan sebagainya. Aku harus berada di momen saat ini untuk sadar bahwa ada suatu kesempatan. Kadang kesempatan tidak hanya dalam bentuk tawaran kerja tetapi juga menjadi relawan, memberi bantuan, dan lain-lain.
Besok adalah hari terakhir bekerja di lembaga sebelum libur panjang sampai minggu pertama Januari. Aku harus menyiapkan diriku untuk berlibur dan memulihkan diri supaya tahun depan lebih siap secara mental and fisik untuk menjalani berbagai kegiatan. Aku lelah dan baru sembuh dari flu dan demam. Aku masih belum bugar sepenuhnya.
I just want to rest and enjoy the time with my parents in Pandaan. I just want to feel the present.