• Pengalaman-Saya

    Little Missy

    Hari ini aku ingin menulis tentang Little Missy, telenovela pertama yang cerita utamanya masih menempel di ingatanku. Entah kenapa, aku masih ingat cerita ini. Ketika aku mulai kuliah dan internet baru masuk, aku mencari informasi tentang telenovela ini dan mendapat lebih banyak informasi. Satu momen yang mendorong aku mencari informasi di internet adalah ketika aku menemukan buku dengan cover wajah pemeran Little Missy di bazar buku murah di kampus. Aku baru tahu kalau telenovela itu diangkat dari buku berjudul Sinha Moca yang ditulis Maria Dezonne Pacheco Fernandes. Penulis perempuan. Wow! Belajar tentang perbudakan Pada waktu Little Missy tayang, seingatku hanya ada 1 stasiun televisi yaitu TVRI. Itu di akhir 80an.…

  • Perjalanan-Saya

    Hijau di Sarongge

    Dulu saya pikir Sarongge itu nama suatu tempat di Nusa Tenggara. Rupanya tempat itu berada di Jawa Barat. Ketika saya baru pindah ke Bogor, saya pun diajak suami untuk mengunjungi Kampung Sarongge. Suami saya nekat naik motor selama lebih dari 3 jam pada akhir pekan ke sana. Perjalanan ke Sarongge Waktu itu saya tidak siap dengan pakaian dingin meskipun sudah bawa jaket. Kami berdua menginap satu malam di saung Sarongge. Pada saat yang sama kondisi badan kurang sehat. Alhasil alergi dingin kumat, saya tidak bisa tidur semalaman karena terus bersin dan ingus terus mengalir. Saya hanya bawa obat diare, tidak bawa anti histamin. Saya tidak bisa benar-benar menikmati keindahan alam…

  • Perjalanan-Saya

    Seharusnya aku…

    Seharusnya aku terlahir lebih cantik dari kondisi yang sekarang. Keyakinan itu ditanamkan oleh ibuku yang ketika hamil, selalu membayangkan artis cilik kenamaan tahun 1970an, Dina Mariana. Orang dulu percaya bahwa ketika seorang ibu yang sedang hamil membenci seseorang, maka rupa anaknya akan sama dengan orang yang dibenci. Mungkin maksudnya karma atau untuk mencegah seseorang untuk keterlaluan membenci orang lain. Namun, hukum genetika lebih kuat dari kepercayaan tadi. Alhasil aku lahir dengan rupa ala Sidoarjo, Jawa Timur karena kedua orang tuaku berasal dari daerah tersebut. Seharusnya aku lahir di Desa Waung, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Dengan begitu, aku bisa menghidu bau tebu dan menjadi sosok yang manis seperti…

  • Pengetahuan-Saya

    Lolos

    15 Januari 2020. Wisuda. Bogor. Terakhir wisuda dari perguruan tinggi tahun 2006 di Balairung UI, Depok. Bahagia banget. Tidak hanya berhasil menyelesaikan kuliah dengan biaya sendiri, mandiri dan berani memilih program studi yang “berisiko” dan tidak pasaran, dan paling penting adalah lulus kuliah dengan konsep diri yang berbeda; lebih baik dari sebelumnya. Kuliah memaksa aku untuk membaca berbagai literatur dari berbagai penjuru dunia dan membuka cara pandang menjadi lebih luas. Dengan cara itu, aku belajar untuk merapikan pikiran, mengendapkan kemarahan, dan merasa lebih tenang. Wisuda terakhir Ternyata hari itu bukan terakhir kalinya aku diwisuda karena tanggal 15 Januari 2020 aku kembali diwisuda di Grha Widya Wisuda, IPB. Proses secara pribadi…

  • Pengetahuan-Saya

    Gerakan feminis yang sehat

    Ketika menjadi bagian dari gerakan feminis berarti aku juga harus bergerak, secara harfiah aku harus bergerak. Sejak lulus kuliah, berat badanku naik 2 Kg dan terasa sekali. Pakaian dalam menjadi lebih sesak. Aku berefleksi, apa yang berubah ketika kuliah dan setelah kuliah. Salah satunya ruang dan kesempatan bergerak. Pada saat kuliah, aku masih harus naik tangga 3 sampai 4 lantai selama 4 hari dalam seminggu. Kadang aku bisa bolak-balik naik tangga karena suatu urusan, entah makan siang, fotokopi, ke dekanat, ke perpustakaan, dan lain-lain. Berbagai tempat di kampus dicapai dengan berjalan kaki. Masih nyaman karena berjalan bersama teman sambil ngobrol jauh lebih ringan daripada sendirian. Trotoar bagi pejalan kaki dan…

  • Pengalaman-Saya

    Sajadah yang dikencingi kucing

    Repost from Bogor, 25 Mei 2018 Aku bingung memberi nama pada kedua kucingku. Ada rasa khawatir bahwa ketika aku memberi mereka nama maka aku mulai “memanusiakan” mereka dan mulai ada ikatan emosi yang semakin kuat. Pada akhirnya aku menamai mereka Klenting Kuning dan Klenting Hitam sesuai dengan warna bulu mereka. Jadi nama mereka “tidak terlalu manusia”. Keduanya kadang menemukan kesempatan untuk masuk ke kamar tidur lalu bermain dengan sajadah. Mereka senang sekali bermain-main dengan sajadah, terutama rumbai yang ada di ujung sajadah. Mungkin ada sensasi berbeda di mulut dan kulit mereka. Bulu mereka menempel di sajadah sehingga akhirnya aku bawa sajadah itu keluar supaya mereka gunakan sebagai alas tidur. Tidak…

  • Pengalaman-Saya

    Polisi buatan tanpa aturan

    Repost 24 November 2018 Aku rasa orang Indonesia tergila-gila dengan polisi tidur. Mulai dari rumah ke jalan besar yang berjarak 800 meter, aku hitung ada 36 polisi tidur. Jika aku menggunakan jalan lain yang jarak ke jalan besar lebih dekat, ada sekitar 20 polisi tidur. Polisi tidur di perumahanku ditempatkan di bagian depan perumahan dan di kanan kiri pos penjagaan. Aku hanya merasa polisi tidur penjagaan tidak perlu dibuat dobel. Ya mungkin ada pertimbangan untuk keamanan. Tapi bagaimana dengan kenyamanan selama perjalanan? Polisi tidur yang bertebaran dengan liar di jalan sebagian besar  tidak memiliki fungsi keamanan dan kenyamanan. Artikel di http://mariasucia.id/2017/01/07/polisi-tidur-dan-ilmu-fisika/ menulis tentang fungsi polisi tidur sebagai pembatas kecepatan dan…

  • Pengetahuan-Saya

    Nyanyi Rindu Kesusastraan Indonesia

    Berikut ini adalah tulisanku untuk tugas Amazing Indonesia di PK-LPDP 49, 2015. Ruangan dalam minibus itu sangat panas karena tidak ada AC. Bagian dalamnya terdiri dari beberapa susun rak buku dengan berbagai subyek. Di salah satu sudut minibus, aku mengenal Amir Hamzah. Salah satu harta karun bangsa. Seorang anak perempuan SD kelas 6 penasaran dengan sebuah buku tipis berjudul “Setanggi Timur” yang cetakan pertamanya dikeluarkan tahun 1959. Anak perempuan itu tidak terlalu akrab dengan puisi dan tidak tahu siapa Amir Hamzah. Namun di antara tumpukan cerita bergambar Donald Bebek dan novel Empat Sekawan, keduanya terbitan luar negeri, anak perempuan itu menimang buku puisi yang kelak menjadi jendela bagi rumah pengetahuan…

  • Pengetahuan-Saya

    Pendidikan dan Perbaikan Ekonomi

    Belitong Beauty Biasanya tingkat pendidikan dianggap sebagai salah satu cara untuk memperbaiki kondisi ekonomi karena dengan ijazah dari lembaga pendidikan formal akan meningkatkan kesempatan kerja di suatu lembaga yang juga mapan dari sisi keuangan. Saya pernah ngobrol dengan seorang mahasiswa S2 di IPB dan memperkenalkan suatu LSM lokal di Sumatera Utara. Saya merasa dia cocok untuk bekerja di LSM ini, apalagi dia juga tinggal di sekitar Medan. Pertanyaan yang muncul adalah “keamanan ekonomi” alias jumlah gaji yang diterima, tunjangan, keamanan kerja, dll. LSM lokal ini tentu tidak dapat memberikan apa yang diinginkan teman saya. Keinginan untuk mendapatkan keamanan kerja dari sisi ekonomi dan aman secara fisik dan psikis sangat wajar…

  • Pengalaman-Saya,  Perjalanan-Saya

    Beautiful Belitong

    Minggu lalu saya dan teman-teman mengunjungi Pulau Belitung. Kunjungan ini cukup mendadak karena biasanya jika direncanakan jauh-jauh hari justru tidak terlaksana. Selain karena ingin melepas penat sehabis kolokium dan ujian kualifikasi tulis, biayanya masih terjangkau. Misalnya untuk tiket pulang-pergi kami mendapat harga Rp 679.000/orang. Itu pun jika kami mau membeli lebih cepat, kami bisa dapat harga Rp 600.000/orang. Untuk biaya pemandu dari agen travel kami mendapat harga Rp 800.000/orang. Semakin banyak orang yang ikut, biasanya semakin murah. Itu juga tergantung dengan fasilitas yang diminta pengunjung. Paket dengan harga tadi khusus untuk 3 hari 2 malam. Kekhawatiran awal adalah cuaca karena di bulan Maret ini masih sering turun hujan. Alhamdulilah selama…