• Lirik-Puisi

    a bit scary

    It’s a bit scaryWhen you have so much to sayBut unable to voice themUnsure about the language to useAfraid about the risks It’s a bit scaryTo be brave with many privilegesTo be poor with less options How powerless we should be?How traumatized we should be?How much intersectionalities should we bear?Like, how do you count them?How do we taking care of injustice? It’s a bit scaryTo be pessimist with many enemiesSometimes they are your families It’s a bit too muchTo love and care for yourself We don’t know how and why It’s painful to tell storiesAnd tell yourself that it’s okayTo be this low and highTo be vulnerable and breakableAnd hear…

  • Pengalaman-Saya

    Cerita perubahan

    Momen kemarin membuat aku terharu. Minggu lalu aku bertemu dengan teman-teman dari Ko**g*ma Institute. Kita melakukan rapat yang tertunda selama 5 tahun. Ada berbagai dinamika yang terjadi di individu dan berdampak ke organisasi. Aku mengusulkan ada ruang aman untuk berbagi perubahan yang dianggap penting. Cerita teman-teman membuat aku terharu. Rasa haru itu muncul karena aku berteman cukup lama sehingga mengetahui alasan mengapa perubahan tersebut penting. Tidak hanya untuk teman-temanku tapi untuk diriku juga. Ibaratnya aku melihat proses “jatuh bangun” dan pergulatan batin yang harus dilalui. Terharu karena awalnya aku ingin menyampaikan bahwa aku tidak bisa terlibat sebagai pengurus. Tapi ketika mendengar cerita teman-teman dan melihat kondisi organisasi seperti sekarang, aku…

  • Pengalaman-Saya

    How is the weather in your heart-mind-body?

    Aku belajar untuk menanyakan pertanyaan di atas ke diri sendiri. Salah satu bagian dari merawat kesadaran supaya merasa lebih bersyukur dan melihat semua pengetahuan adalah bagian dari perjalanan. How is the weather in your heart-mind-body? Kenapa ada tiga hal? Mungkin saja cuaca di hati, pikiran, dan tubuh kita berbeda. Sebagian akan mengatakan, it’s a unity. Iya, tapi kadang aku tidak sadar atau kurang peka dengan kondisi hati dan tubuh, lalu pikiran mengatakan aku baik-baik saja agar aku dapat melakukan kegiatan seperti biasa. Kadang aku juga tidak tahu bagaimana mengenali tubuh yang lelah dan hati yang kacau. Kadang terlihat ketika aku mengalami kesulitan tidur atau bangun terlalu cepat kemudian tidak bisa…

  • Pengetahuan-Saya

    Bunuh diri

    Aku merasa tidak nyaman membicarakan tentang dorongan bunuh diri karena stigmanya sangat kuat. Beberapa tahun lalu seorang teman perempuan mengeluhkan bahwa dia merasa tidak mendapat dukungan yang diperlukan dari teman-teman di lembaga terkait dorongan bunuh diri yang dialami. Aku berefleksi dan sepertinya aku sendiri tidak memahami tentang bunuh diri dan cara menyikapinya. Ketika SMP aku pernah merasa ingin melakukan bunuh diri. Aku membayangkan diri sendiri melakukan bunuh diri dengan mengkonsumsi obat atau semacamnya. Perlahan bayangan atau dorongan itu berkurang. Sepertinya aku merasakan dorongan itu karena merasa sendirian, tidak ada yang dapat memahami pikiran dan situasiku, dan tidak punya ruang aman untuk bercerita dan mengurai berbagai tekanan yang aku alami. Aku…

  • Pengalaman-Saya

    Organization is not a family

    A reminder from Daniel Abrahams @daniel-abrahams Stop calling your company “a family”. Parents don’t fire their children for poor performance, or lay them off to cut household costs when they’re struggling to put food on the table. Focus on being a team, built on trust and respect, where every person feels valued. Ultimately, your company isn’t defined by your words, but by your actions. You may feel comfortable and safe in your organization or company where you work, which is fabolous. Congrats! But it’s a workplace and it has certain responsibility, deadlines, evaluation of performance, working hours, etc. Set the boundaries! You may be the co-founder of the organization and…

  • Pengalaman-Saya

    Food for thought

    From @AdamMGrant. In toxic culture, time off is a reward earned by working to exhaustion. Burnout is proof of commitment, and vacations are required to recover. In healthy culture, time off is a right granted to everyone. Well-being is a top priority, and vacations are encouraged to rejuvenate. From Yung Pueblo. A leap forward sometimes requires a cocooning period where you decrease the amount of interactions you have with other people and are less focused with your daily work. Moving slowly and turning your attention inward prepares you emotionally and energitically for the next level. Don’t compare your behind the scenes to everyone else’s highlight reel. It’s easier to admire…

  • Pengalaman-Saya

    Self-care menggunakan jurnal

    Ada banyak hal yang aku pelajari dari proses pemulihan diri tahun lalu. Salah satunya adalah mengidentifikasi emosi yang dirasakan. Tanyakan beberapa hal ini dan tuliskan di jurnal. Apa yang kamu rasakan saat ini? Kecewa, bahagia, bingung, marah? Apa yang terjadi hingga membuat kamu merasa seperti ini? Mungkin kamu merasa diabaikan, merasa tidak dihargai, dll? Apa yang ingin kamu lakukan terhadap perasaan ini? Apa pelampiasan yang biasa kamu lakukan? Apakah kamu akan melempar barang, berteriak dan mengatakan kata-kata kasar ke orang-orang sekitar meskipun bukan mereka yang salah? Apakah ada cara yang lebih baik untuk menghadapi perasaan ini? Apakah kamu pernah mengatur napas, menghitung sampai 10 detik sebelum membalas pesan, menyatakan rasa…

  • Pengalaman-Saya

    Quiet time

    I need to have quiet moment to write. It also one of the reason I am often using headphone or earphone. It is to block any sound, not just music or noises. Being quiet not only from the sound outside but also inside. Often it is your inside voice or sound that rampage in your mind that you can’t write. It’s too crowded. I am introvert both inside and outside. Once I get the flow, I can turn on voices or music. I usually write slowly. It takes time to put your heart into sentences. It takes time to decide the words to describe your emotions. It takes a courage…

  • Pengalaman-Saya

    Layar tancap

    Enggak tau kenapa pingin aja nulis tentang layar tancap. Aku merasa punya privilege atau keistimewaan sebagai generasi yang pernah mengalami layar tancap. Luar biasa banget, nonton film bareng sekian puluh atau mungkin sampai ratusan kepala. Aku tidak ingat judul film yang pernah aku tonton di layar tancap karena yang penting itu suasana kebersamaan dan keramaian saat nonton. Belum lagi keseruan beli jajanan, gelar tikar atau koran, dan jalan bareng teman-teman ke lapangan bola yang jaraknya kurang lebih 1 km dari rumah. Sampai sekarang aku senang jalan kaki karena sejak kecil sudah terbiasa jalan kaki ke depan komplek perumahan untuk naik angkot dan beraktivitas. Masjid di perumahan juga sekitar 700 meter…