Pengalaman-Saya

  • Pengalaman-Saya

    Istirahat dulu

    Aku bertanya pada diriku sendiri. “Apa yang membuatmu memutuskan untuk mengambil istirahat satu bulan?” Karena aku merasa ada yang aneh dalam diriku. You just know it. Sebelumnya, ketika aku merasa burnout atau lelah secara psikis, aku dapat mengatasinya dengan cepat. Sejak 2019, kemampuan coping atau menghadapi burnout melambat. Aku perlu waktu lebih lama untuk bangkit. Namun, kali ini perasaan aneh dan kelelahan psikis itu tidak dapat “diobati” dengan jalan-jalan, wisata kuliner, nonton film, nongkrong dengan teman, dll. Aku merasa luapan kelelahan ini bukan hal yang sepenuhnya dapat aku kendalikan. Aku ingat sekali ketika seorang temanku mengalami burnout dan berkembang menjadi gangguan kejiwaan yang parah, sebagian orang menyebutnya paranoid. Sebagian orang…

  • Pengalaman-Saya

    Emosi: Sedih

    Kosakata emosi yang aku miliki sangat terbatas. Berhubung aku akan menjalani pemulihan selama 30 hari, aku mencoba menambah pengetahuan tentang emosi. Salah satunya, sedih. Setiap orang merasa sedih dari waktu ke waktu. Perasaan ini mungkin muncul ketika terjadi kehilangan atau penolakan. Namun, ada kalanya aku tidak tahu mengapa merasa sedih. Lalu bagaimana membicarakannya? Dari beberapa sumber, aku membaca bahwa perasaan sedih biasanya digambarkan dengan ekspresi di bawah ini. Berduka adalah bagian dari kesedihan. Ketika mencoba memulihkan diri dari kehilangan, perpisahan, perubahan, atau kegagalan mencapai tujuan, maka perlu dimulai dengan langkah mengakui perasaan tersebut agar membantu menerima kondisi dan mengatasinya. Semua orang berduka dengan caranya sendiri, sebagian mungkin perlu waktu lama…

  • Pengalaman-Saya

    Kelelahan psikis alias burn out

    Setelah belajar tentang well-being dan kesehatan mental, akhirnya aku bisa mendiagnosa diri sendiri ketika mengalami burn out atau kelelahan psikis. Aku ingat pernah mengalaminya tahun 2014 di Bangkok, Thailand. Di suatu forum, aku melakukan presentasi tentang lembagaku. Tiba-tiba aku menangis. Waktu itu aku menyebutnya sebagai “melt down” karena aku merasa secara mendadak psikisku luruh, mencair, dan menggenang tidak bisa kemana-mana. Aku merasa seperti air yang berada di tempat datar, tidak bisa bergerak dan menunggu menguap. Pada forum itu, aku mengikuti satu sesi tentang kesehatan mental aktivis. Entah kenapa, aku belum menghubungkan antara pengalamanku burn out di forum yang sama dengan kesehatan mental. Mungkin aku merasa para aktivis perempuan sendiri banyak…

  • Pengalaman-Saya

    Si Belang melahirkan

    Iya, ini kehamilan ketiga si Belang yang aku tahu. Dari kehamilan pertama, dia memiliki 3 anak dan hanya satu anak berwarna oranye yang masih hidup sampai sekarang. Si Oranye yang kira-kira berusia hampir 2 tahun ini setia mendampingi emaknya ketika melahirkan kemarin. Dari kehamilan kedua, ketiga anaknya mati karena dibunuh oleh jantan jahanam yang naksir sama Belang. Pada kehamilan ketiga ini, Belang banyak menghabiskan waktu di rumahku. Dia juga melahirkan di dalam rumahku hari Senin malam, 15 Februari. Dia menghabiskan kurang lebih 1 jam untuk melahirkan 3 anaknya. Satu berwarna oranye, satu calico (tiga warna), dan satu dua warna. Aku masih memelihara Belang dan tiga anaknya di kardus yang besar…

  • Pengalaman-Saya

    Anak-anak era PJJ

    Sejak terjadinya pandemi Covid-19, dunia pendidikan di Indonesia terpaksa memindahkan proses belajar mengajar dari sekolah ke rumah. Alasan utama adalah memutus mata rantai penyebaran virus corona. Kebijakan ini berdampak ke banyak pihak, seperti orang tua, terutama para ibu, yang beban kerja di rumah berlipat tiga sampai empat kali, tergantung jumlah anak. Berdasarkan bacaan, ada dua metode belajar yaitu Pembelajaran Jarak Jauh Dalam Jaringan (PJJ Daring) yang berbasis internet dan PPJ Luar Jaringan (Luring) yang dilakukan melalui radio, modul belajar mandiri, dan bahan cetak. Namun, secara umum kalau bicara PJJ biasanya merujuk ke belajar melalui internet. Sahabat perempuanku memiliki tiga anak yang sekolah mulai dari yang paling kecil kelas 1 SD…

  • Pengalaman-Saya,  Pengetahuan-Saya

    LGBTIQ anak-anak dan difabel

    Bulan Januari 2020, lembagaku mengorganisir lokalatih bagi aktivis perempuan muda di Balikpapan. Peserta berasal dari berbagai provinsi di Pulau Kalimantan. Salah satu yang berkesan dari kegiatan itu adalah ketika aku melakukan wawancara ke beberapa peserta. Salah satunya peserta yang bercerita bahwa, “Saya tau gender itu hanya perbedaan kelamin, ternyata di gender itu ada yang namanya LGBT. Tadinya saya tau LGBT itu hanya orang-orang dewasa ternyata yang remaja juga ada.” Aku juga punya pengalaman yang sama. Dulu aku berpikir LGBTIQ (Lesbian Gay Biseksual Transgender Interseks Queer) adalah pilihan yang dilakukan seseorang ketika dia beranjak dewasa. Kemudian aku belajar melalui cerita dan testimony dari banyak LGBT. Pada waktu itu sepertinya belum banyak…

  • Pengalaman-Saya

    Pengalaman menggunakan Yogya Online selama isolasi mandiri

    Pada 19 Desember lalu aku lapor ke Ibu RT di perumahan bahwa aku baru tiba dari luar kota. Satu minggu sebelumnya, aku mendapat informasi dari WAG perumahan bahwa warga yang baru tiba atau keluar dari perumahan wajib lapor ke RT untuk diamati kesehatannya oleh tenakes dari puskesmas setempat. Aku diminta untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Aku tidak boleh melakukan aktivitas berjalan kaki di sekitar perumahan yang biasa aku lakukan. Aku mematuhi aturan tersebut. Untuk berbelanja, aku tertarik mencoba aplikasi Klik Indomaret dan Yogya Online karena keduanya dekat dengan rumah. Aku baru satu kali mencoba Klik Indomaret dan hasilnya memuaskan. Aku sudah dua kali mencoba Yogya Online dan tidak…

  • Pengalaman-Saya

    Hubungan yang sehat dimulai dari mental yang sehat

    “Pacaran yang sehat adalah tidak pacaran.” Aku pernah membaca kalimat itu, entah di artikel atau kiriman di media sosial. Kemungkinan pesan tersebut bagian dari gerakan Indonesia tanpa pacaran. Meskipun aku hanya pernah dengar gerakan Indonesia Tanpa Feminisme. Pacaran atau tidak, hubungan intim yang sehat sangat penting. Terutama ketika kamu pernah mengalami kekerasan seksual. Hubungan intim yang aku maksud bisa merujuk ke pacaran atau teman tapi mesra atau friends with benefit, dan sejenisnya. Salah langkah bisa fatal. Aku bisa berkata seperti itu karena aku dengan sadar tidak menjalin hubungan intim atau punya kedekatan khusus dengan seseorang sampai aku merasa cukup pulih dari trauma kekerasan seksual. Waktu itu usiaku 27 tahun. Pada…

  • Pengalaman-Saya

    Kucing Jahat

    Minggu lalu aku menceritakan tentang pembunuhan yang dilakukan kucing jantan jahanam terhadap salah satu anak si Belang. Tanggal 2 Desember, kejadian sama terulang. Kejadian dilakukan pada siang hari juga. Kali ini korbannya bayi berwarna hitam. Pasanganku memberi kabar melalui WhatsApp bahwa dia mendengar suara teriakan kucing di luar. Ketika membuka pintu, dia menemukan bayi kucing berusia 3 bulan berwarna hitam tergolek mati di garasi. Tidak terlihat ada darah atau luka di luar. Dia tidak melihat kucing yang menyerang, tapi aku punya firasat bahwa pelakunya kucing jantan yang sama. Cerita masih berlanjut. Pasanganku meletakkan tubuh bayi yang tidak bernyawa itu di selembar koran di ruang tamu. Bagus sih maksudnya diamankan dari…

  • Pengalaman-Saya

    Penyerangan terhadap anak kucing

    Pagi ini ada kejadian menyedihkan. Ketika aku berada di dalam rumah, aku mendengar anak kucing menjerit dengan keras. Aku keluar dan terkejut melihat bayi si Belang yang berwarna putih dan oranye berlumuran darah. Seorang kucing jantan yang menyerangnya langsung melarikan diri. Aku ingin memegang bayi itu tetapi dia dalam mode membela diri dan tidak mau disentuh. Darah menetes dari tubuhnya. Aku memanggil tetanggaku, Ibu Ras, yang juga penyayang kucing untuk datang. Kebetulan dia sedang di luar rumah. Dia yang memegang bayi kucing itu. Aku memberikan keset handuk bersih untuk membawa bayi itu. Ibu Ras berencana membawanya ke rumah kakaknya yang biasa merawat kucing dan anjing. Beberapa kucing yang terluka di…