Pengalaman-Saya

  • Pengalaman-Saya

    Relaksasi dan istirahat

    Apa yang kamu lakukan untuk bisa relaksasi? Apa yang kamu lakukan jika sedang suntuk, bad mood, dan tidak bersemangat? Aku akan berjalan kaki sampai aku merasa lebih baik. Jadi jalan kaki yang aku lakukan hampir setiap pagi tidak hanya untuk olahraga tapi juga membangun dan memperbaiki suasana hati. Ketika aku berusia 13 atau 14 tahun dan perasaanku sedang kacau. Aku mengunjungi TMII. Iya Taman Mini Indonesia Indah yang luas itu. Kebetulan tempat itu dekat dengan rumah. Dua kali naik angkutan umum. Jalan kakilah aku mengelilingi TMII. Tidak sampai semua wahana aku kunjungi. Sampai bekal makanan dan minuman yang aku bawa habis saja. Lalu aku duduk-duduk dan pulang ke rumah. Sampai…

  • Pengalaman-Saya

    Lawan!

    Ada banyak cara untuk melawan tapi esensinya adalah pengorganisasian yang memiliki keberpihakan pada kelompok yang rentan dan dilemahkan. Melawan bisa jadi kegiatan yang menyenangkan dan menenangkan. Seringkali memang menjadi kerja yang melelahkan, menakutkan, dan mengecewakan. Jadi pada waktu pelatihan di Solo akhir September kemarin, aku diingatkan dengan pesan-pesan ini. Aku bertemu kawan lama, ngobrol lagi tentang hal ini dan menemukan keseruan yang sama. Entah kenapa, aku jadi ingat awal masuk gerakan dan mengikuti forum internasional kedua kalinya. Aku ingat sekali dalam sebuah diskusi kelompok tentang NGOization aku berujar bahwa tidak mesti berada dalam sebuah NGO untuk berada dalam gerakan. Lalu seorang aktivis perempuan senior, menimpali, “Jadi apakah NGO itu tidak…

  • Pengalaman-Saya

    Sakit kepala

    Seperti kawan-kawanku yang lain, agenda pekerjaan semakin padat ketika memasuki bulan Agustus. Alhamdulilah positivity rate Covid-19 di Jakarta dan Indonesia semakin turun mendekati 5%. Jakarta malah sudah di bawah 5% jadi dalam waktu dekat sekolah tatap muka akan dilakukan. Salah satu sebabnya karena lebih dari sebulan diberlakukan PPKM darurat. Vaksin juga semakin gencar dan dibuat lebih mudah. Alhamdulilah pertengahan Agustus kemarin aku sudah vaksin kedua. Awal September ini jadwal semakin padat. Akibatnya aku kurang punya waktu untuk menjaga kesehatan mental. Mulailah burnout kecil terasa. Gejala sama dengan sebelumnya. Diawali dengan sulit tidur atau tidur tidak nyenyak. Karena tidur kurang dari 7-8 jam dan aku duduk dalam waktu lama, biasanya juga…

  • Pengalaman-Saya

    Childfree

    Di media sosial sedang ramai dibicarakan tentang childfree sebagai tanggapan dari pernyataan dua orang tokoh perempuan dan satu laki-laki yang populer di sosmed. Mereka dan pasangan masing-masing memutuskan untuk childfree. Banyak orang yang tidak ada hubungan dan urusan dengan mereka merasa berkepentingan untuk membahas tentang bahaya narasi childfree bagi keluarga muslim. Keramaian seperti itu yang sering mengganggu dan menjadi salah satu alasan aku tidak terbuka bahwa aku dan pasangan juga memutuskan tidak ingin punya anak. Istilah yang populer sekarang childfree. Seingatku, sejak SMP aku tidak tertarik untuk punya anak. Ketika aku berusia akhir 20-an dan beberapa teman meragukan keinginanku untuk childfree, aku diam saja. Mereka berpikir bahwa keinginanku itu muncul…

  • Pengalaman-Saya

    Burnout kecil

    Terakhir aku cukup sehat secara mental adalah akhir Mei. Waktu itu aku masih meluangkan waktu untuk merawat diri seminggu sekali atau bahkan dua hari sekali dengan cara refleksi. Begitu masuk Juni sampai Juli, perawatan diri terlewatkan. Akhir Juni aku merasa kalau perawatan diri ditunda terus atau tidak tidak aku lakukan, aku akan burnout lagi. Pertengahan Juli aku sudah merasa emosiku tidak karuan. Selain karena pekerjaan, aku dan pasangan hampir tidak pernah berkomunikasi. Orang tuaku pun tahu kalau aku dan pasangan sedang ada masalah. Aku ingin memberikan waktu ke pasanganku. Mungkin dia juga sedang burnout dan perlu waktu sunyi seperti yang aku lakukan di bulan April lalu. Tapi dia tidak mengatakan…

  • Pengalaman-Saya

    Love myself

    Aku sayang aku. Aku peduli dengan diriku. Kalimat di atas pasti terdengar egois dan mementingkan diri sendiri. Seringkali terdengar sepele dan tidak jarang diremehkan secara tersirat atau tersurat oleh orang lain. Termasuk orang yang terdekat seperti keluarga atau teman. Aku juga pernah mengalami situasi bingung dengan konsep self-care atau love myself. Lalu aku refleksikan ke diriku sendiri dan perlahan memahaminya. Aku dulu berpikir bahwa love myself atau mencintai diri sendiri adalah tugas individu atau tanggung jawab individu. Jadi misalnya aku merasa tidak percaya diri karena tubuhku, nilaiku, dan lain-lain ya aku menyalahkan diriku sendiri. Kalau aku merasa tidak berharga karena aku mengecewakan orang tua, aku akan menyalahkan diri sendiri juga.…

  • Pengalaman-Saya

    Merawat orang sakit

    Dua minggu yang lalu aku merawat bapakku yang dirawat di rumah sakit di Pandaan, Jawa Timur. Aku masih bersyukur dia bisa mendapat kamar kelas satu jadi satu kamar diisi dua orang. Bagian tengah bisa digunakan untuk penunggu istirahat. Awalnya informasi dari ibu adalah keluhan lemah jantung sehingga bapak harus memakai oksigen. Kemudian ada benjolan berisi air di kaki kiri bapak dan ketika pecah, kulit seperti melepuh. Aku dan pasanganku, bersama ibu, bergantian merawat bapak. Selama 4 hari aku menginap di RS bersama pasangan. Pada dua malam pertama, sangat melelahkan karena bapak sulit tidur, sering terbangun dan minta dipapah untuk ke kamar mandi atau dibantu duduk. Seluruh badannya terasa sakit. Ternyata…

  • Pengalaman-Saya

    Percayalah kamu tidak sendiri

    Minggu ini lembagaku mengadakan sebuah pelatihan di luar Jawa. Dengan berbagai pertimbangan penting, aku tidak bisa mengikuti kegiatan ini. Aku sudah menyiapkan satu orang untuk menjadi fasilitator, menggantikan posisiku. Dia setuju dan aku lega. Sehari sebelum keberangkatan, fasilitator ini reaktif dan tidak bisa berangkat. Alhasil aku buru-buru mencari alternatif. Pada saat itu aku berada di dalam bus, dalam perjalanan ke Bogor. Aku sempat khawatir dan merasa ini tanggung jawabku. Aku berpikir untuk tes antigen jam 4 subuh agar jam 6 pagi bisa beli tiket untuk mengikuti kegiatan. Namun, aku bertanya lagi ke diriku sendiri. Bukankah teman-teman yang menjadi peserta sebagian besar adalah fasilitator dan konselor? Mengapa kamu tidak bisa mempercayakan…

  • Pengalaman-Saya

    Catatan lama

    Tulisan ini dibuat 23 Mei 2021 tapi tidak aku selesaikan. Aku lupa kenapa. Sepertinya karena aku stuck, macet, gak tahu mau menulis apa. Hari ini aku tidak berolahraga. Mungkin karena aku menstruasi hari kedua atau karena ini hari Minggu jadi merasa malas. Apalagi aku bangun telat, sekitar jam 7 karena jam 1.30 aku terbangun lalu baru bisa tidur lagi jam hampir jam 4. Aku sudah tahu kalau tidur jam segitu aku akan terlambat bangun. Beberapa hari lalu, anak PRT-ku sakit jadi dia harus pulang lebih cepat dan masih banyak cucian yang belum disetrika. Sewaktu kos sebulan di Malang, aku tidak pernah menyetrika baju. Sebenarnya tidak masalah. Malah mengurangi pekerjaan rumah…

  • Pengalaman-Saya

    Memeluk jari telunjuk

    Hari Senin (24/5) aku mendapatkan vaksin AstraZeneca pertama bersama dengan pendamping perempuan lain di Salemba. Vaksin kedua dijadwalkan pertengahan Agustus. Jarak vaksin untuk AZ memang lebih lama dari jenis vaksin lain. Suamiku sudah menerima 2 vaksin di bulan April dari perusahaannya. Aku tidak merasakan efek apapun di hari itu tetapi besoknya aku mulai demam. Efek ini sudah diduga dan dokter di lokasi juga sudah memberi dua butir parasetamol. Selain juga memberitahu kemungkinan demam dan meminum parasetamol jika obat yang diberikan tidak cukup. Hari ini demam berkurang tapi sakit kepala. Pada saat menulis jurnal ini, sakit kepala berkurang. Hari ini aku tidak berolahraga. Sedang tidak bersemangat. Siang hari aku pijat di…