-
Layar tancap
Enggak tau kenapa pingin aja nulis tentang layar tancap. Aku merasa punya privilege atau keistimewaan sebagai generasi yang pernah mengalami layar tancap. Luar biasa banget, nonton film bareng sekian puluh atau mungkin sampai ratusan kepala. Aku tidak ingat judul film yang pernah aku tonton di layar tancap karena yang penting itu suasana kebersamaan dan keramaian saat nonton. Belum lagi keseruan beli jajanan, gelar tikar atau koran, dan jalan bareng teman-teman ke lapangan bola yang jaraknya kurang lebih 1 km dari rumah. Sampai sekarang aku senang jalan kaki karena sejak kecil sudah terbiasa jalan kaki ke depan komplek perumahan untuk naik angkot dan beraktivitas. Masjid di perumahan juga sekitar 700 meter…
-
Tanda itu datang lagi
Mungkin alam bawah sadar ingin menyampaikan bahwa, aku gak sanggup nih. Aku perlu rehat sebentar.
-
O..o
Hari ini pertama kali aku sakit kepala setelah tidak menjadi koordinator nasional di organisasi lama dan masuk ke organisasi baru. Sakitnya cenut-cenut. I said to myself, “What happen?” Seorang kawan pernah mengatakan bahwa aku mengalami gangguan psikosomatis, yaitu kondisi terjadinya penyakit fisik yang disebabkan atau diperparah oleh kondisi psikis/mental. Beberapa gangguan kecemasan itu meliputi stres dan kecemasan berlebih. Jadi pengidap psikosomatis biasanya merasa mengalami gangguan fungsi tubuh. Namun, saat dilakukan pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan penunjang lain, tidak ada kelainan yang terjadi dalam tubuh. Biasanya setelah kondisi psikisku lebih baik, sakit kepala juga berkurang. Seperti malam ini, aku menulis sambil mendengarkan lagu di Spotify, sakit kepalaku berkurang. Tidak cenut-cenut kencang seperti tadi…
-
What is rest?
How do you know that the activity you’re doing is a rest? What if you are still thinking something else? Can we have 100 percent rest? What types of rest are they? Why am I asking these questions? Maybe because I often have intention to take a rest but ended up not feeling fresh afterward. There is expectation that you will feel better after you take a rest. So when you don’t feel better and refresh, you ask yourself, maybe there is something wrong about my rest? Or maybe, you or I can’t take a proper rest for some reasons. I once read that taking sometime off from social media…
-
Land’s people
I am not fond of the sea. Well, I often hate it, despise to be near it. I mean I can’t bear to think of its depth, unpredictable nature, unknown wilderness, and bad character. I feel nothing as a human, I feel powerless. The sea is a god in itself. The first encounter with the sea I think when I was 5 year-old. My parents took me to one or two of Seribu Islands near Jakarta. It was a big boat but I still can feel the wave in my head so I spent all day screaming my lung out. My mother was confused and she forgot to bring anti-nausea…
-
Eksistensi diri dan perlawanan
Aku mendapat dua hal berkesan dari Live IG yang aku ikuti malam ini. Ada dua narasumber, satu seorang perempuan dengan pengalaman transgender dan satunya cis perempuan. Diskusi pertama tentang eksistensi diri. Adalah manusiawi jika seseorang ingin identitas diri dan keberadaannya diakui oleh orang lain dan diterima masyarakat. Salah satunya pengakuan terhadap perjuangan yang dilakukan seorang aktivis dalam gerakan perempuan. Dengan kata lain, tidak hanya orang itu-itu saja yang tampil dalam forum nasional dan internasional, demonstrasi, aksi, musrenbang, atau ruang publik lainnya. Ada dua cara yang dapat dilakukan. Pertama, regenerasi pemimpin. Biasanya regenerasi sering dipahami sebagai mengganti pemimpin dengan yang baru, lalu pemimpin lama mundur dan mengambil peran lain. Aku tidak…
-
Tiga anak bulu
Senin, 6 Maret malam aku kembali ke Bogor dari Malang. Aku tidak disambut oleh kucing calico yang biasanya datang ke rumah. Aku terlalu lelah karena bus terlambat dari jadwal. Tengah malam aku merasa mendengar suara-suara aneh. Aku biarkan. Paginya, aku melihat kucing calico sudah ada di dalam rumah. Aku melihat perutnya sudah kempes. “Oh dia sudah melahirkan. Dimana bayinya?” batinnya. Aku pikir dia melahirkan di tempat lain. Lalu aku dengar suara-suara bayi kucing. Aku cari sumber suara. Duh, ternyata dia melahirkan di dalam kardus TV. Di dalamnya ada TV yang aku simpan. Memang di dalam situ hangat, tapi… ya sudahlah. Ada tiga bayi, dua bayi dengan dua warna: putih hitam…
-
Why didn’t I write?
I haven’t update this blog for a month. Why? I was not in the mood. Translation for this statements are:– I was too angry to write– I was too exhausted to write– I was confused about my feelings– I was overwhelmed by everything– I was busy digesting what happen– I was too sick– I didn’t know where to start– I was trying to be in the present and less care about writing it– I was busy with my works– I was trying to enjoy my life (which is weird that I need to make an effort for it)– I deliberately ignore my wellbeing– I don’t want to push myself too…
-
Perfeksionisme
Akun IG jennarobinsonart menulis seperti ini. This little reflection is something that I shared a couple of years ago but I’m going to share it again because it’s really resonating for me right now:One of the hardest lessons I’ve learned about painting is that, at a certain point, you have to let go of the painting. It has to be finished. One of the worst things I’ve done (and the slowest most painstaking way that I’ve ruined a painting) is to continue on making adjustments, for the sake of “perfection.” “Perfection,” l’ve noticed, is the voice in my head that finds a fault where there is none and is usually…
-
A child inside us
Akun @gevantgrady menulis seperti ini di akunnya: Normalize orang tidak suka anak kecil. Ga semua orang sanggup untuk sabar ngadepin anak kecil dengan segenap tingkahnya dan mendengar jeritan2 mereka yg menganggu. Sorry to say. Oiya, aku setuju sekali dan poin ini nyambung dengan pernyataanku tentang childfree. Menurutku alasan juga beragam. Buatku, ketidaksukaan dengan anak kecil bukan soal tantrum dan jeritan mereka karena perilaku tersebut dilakukan juga oleh orang dewasa. Aku seringkali merasa tidak cukup mampu merawat bayi dan anak-anak. Merawat di sini tidak hanya fisik tapi juga memahami imajinasi mereka dan menghargai individualitas mereka. Tidak semua orang menyukai anak kecil dengan cara yang sama. Aku membalas pernyataannya dengan menulis: Aku…