• Sajak-Saya

    Cinta Picisan

    Original posting on https://forevernikn.wordpress.com/2007/09/29/cinta-picisan/ Pada suatu waktu di masa lalu, saya pernah punya pacar, panggil saja AN. Kami “jadian” waktu awal kelas 2 SMP nun jauh di pinggiran Jakarta, berbatasan dengan provinsi Jawa Barat. Saya lah yang pertama kali jatuh hati dan mendekatinya. Sejak kelas satu sampai kelas dua, saya sering nitip salam, minta biodatanya, dan seabrek kegiatan pendekatan alias PDKT. Alhasil, dia mengetahui kalau saya suka dengannya. Entah siapa yang mengajak berpacaran, saya sendiri sudah lupa. Selama berpacaran, tidak ada yang istimewa kecuali saat mendekati akhir hubungan, dia memberikan hadiah ulang tahun berupa sepasang cincin dari rajutan serat kayu dan benang dengan nama saya beserta tiga buah buku Fredy…

  • Perjalanan-Saya

    Fredy S dan masa puber

    Tema Fredy S muncul di grup WhatsApp beberapa waktu lalu. Cukup ramai sampai ada rencana untuk membahasnya dalam diskusi tematik JALINTB. Aku menunggu waktunya karena buatku buku-bukunya mewarnai puberku. Novel Fredy S membantu aku mengenali seksualitas. Ceritanya sederhana, mudah dicerna, menggunakan bahasa sehari-hari, dan sesuai dengan konteks. Satu buku bisa aku selesaikan kurang dari sehari. Gaya bahasa yang digunakan tidak berbunga-bunga atau penuh kiasan. Langsung ke makna sesungguhnya. Satu lagi yang menurutku khas. Buku Fredy S ini selain ada yang baru, tapi sebagian besar dibeli pelanggan, termasuk aku di toko buku bekas. Ada banyak bukunya dijual di sana. Harganya murah, sangat terjangkau siswa SMP dengan uang saku yang minim. It’s…

  • Pengetahuan-Saya

    Nyanyi Rindu Kesusastraan Indonesia

    Berikut ini adalah tulisanku untuk tugas Amazing Indonesia di PK-LPDP 49, 2015. Ruangan dalam minibus itu sangat panas karena tidak ada AC. Bagian dalamnya terdiri dari beberapa susun rak buku dengan berbagai subyek. Di salah satu sudut minibus, aku mengenal Amir Hamzah. Salah satu harta karun bangsa. Seorang anak perempuan SD kelas 6 penasaran dengan sebuah buku tipis berjudul “Setanggi Timur” yang cetakan pertamanya dikeluarkan tahun 1959. Anak perempuan itu tidak terlalu akrab dengan puisi dan tidak tahu siapa Amir Hamzah. Namun di antara tumpukan cerita bergambar Donald Bebek dan novel Empat Sekawan, keduanya terbitan luar negeri, anak perempuan itu menimang buku puisi yang kelak menjadi jendela bagi rumah pengetahuan…