-
Rekayasa cuaca
Begini. Di cerita sebelumnya, aku bahagia dengan kehadiran hujan 20-30 menit setelah beberapa minggu kesepian dan kering tanpanya. Rupanya hujan itu bukan anugerah alami tetapi rekayasa dari pemerintah untuk mengurangi polusi. Biayanya besar tapi media tidak menyebutkan besarannya. Bumi kurang perkasa bagaimana? Manusia sampai berjuang sekeras itu untuk menurunkan hujan. Aku tidak tahu jika ada rencana rekayasa cuaca lanjutan. Kebahagiaanku tidak serta merta hilang, hanya berkurang. Aku berharap bumi menyadari kesulitan manusia dan merasa empati. Masalahnya manusia sendiri tidak berempati pada bumi. Aku merasa lucu, kecewa, sedih, bodoh, sebal. Manusia tidak perlu melakukan rekayasa cuaca kalau berusaha untuk mengendalikan polusi. Aku tahu aku bagian dari produsen polusi dan kebutuhan energiku…