Pengalaman-Saya

Hari Buruh

Di Hari Buruh ini aku ingin bercerita tentang para penjual dan pekerja yang menggunakan aplikasi Shopee. Kenapa Shopee? Karena aku pengguna Shopee dan selama 2 tahun terakhir lebih banyak belanja melalui aplikasi ini. Selain itu, Shopee merupakan e-commerce dengan jumlah pengunjung terbanyak di Indonesia, baik berdasarkan data kunjungan situs maupun jumlah unduhan aplikasi.

Aku biasa memburu pakaian bekas, makanan matang, dan makanan kucing. Aku juga pengumpul koin dan pemburu diskon. Sepertinya ada lebih banyak produk dari luar Indonesia. Sebagian produk kosmetik adalah merek dan buatan Indonesia. Aku jarang membeli kosmetik selama 6 bulan terakhir karena aku lebih senang membeli produk dalam kemasan besar karena lebih murah. Lagi-lagi itu privilege karena tidak semua orang punya kemampuan untuk membeli barang dalam kemasan besar yang biasanya harga lebih mahal tapi kalau dihitung satuan berat jadi murah.

Peringatan dan perlawan di Hari Buruh ini penting karena ada ratusan ribu pekerja yang di-PHK selama 4 bulan terakhir. Ada saja alasan dari perusahaan untuk melakukan PHK. Ditambah iklim bisnis semakin buruk sejak pemerintah AS menaikkan tarif dagang dengan hampir semua negara di dunia di bulan April. Aku tidak ikut demo di gedung DPR. Menariknya, pemerintah juga bikin parade peringatan Hari Buruh tandingan di GBK.

Aku menghabiskan sekitar 30-40 menit untuk membaca buku dari Gianni Rodari berjudul Dongeng Telepon. Cerita pendek yang ada di dalam buku ini mengingatkan aku pada cerita pendek yang pernah aku buat dan kirim ke sebuah penerbit, mungkin Mizan, di antara tahun 1997-1998. Naskah itu ditolak dan dikembalikan. Aku lupa apakah penerbit menjelaskan alasan penolakan. Alasan aku teringat naskah itu karena cerita yang aku tulis sama absurd dan berisi dunia imajiner seperti karya Rodari.

Satu hal yang aku ingat dari cerita itu adalah tentang seorang anak perempuan yang mengejar sesuatu, aku lupa apa. Kemudian berteman dengan dugong. Mereka bisa saling bercakap dan anak perempuan itu bisa berenang bersama dugong. Waktu itu aku suka sekali dengan dugong karena ukurannya besar, bisa berenang, pemakan tumbuhan, dan termasuk hewan dilindungi. Populasinya terus menurun karena perubahan iklim dan habitatnya diganggu manusia. Aku bertanya sendiri, “Apakah aku masih menyimpan naskah itu? Seingatku naskah itu diketik karena aku mengirim ke penerbit dalam bentuk tercetak.” Semoga masih ada.

Hari ini aku juga tergugah mencari sebuah buku dari David Graeber berjudul Bullshit Jobs gara-gara melihat reel di IG. Tadinya mau beli bukunya tapi karena ini buku terbitan lama, aku pikir pasti sudah ada versi PDF-nya. Benar juga, ketemu dan aku baru baca bagian pendahuluan. Selain buku ini, aku juga berencana membeli dua buku Mochtar Lubis. Kalau ini buku klasik yang aku harus beli versi cetaknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *