-
Skipping
Hobi baru aku adalah skipping atau lompat tali. Kalau lompat tali sebagai permainan, aku sudah melakukannya sejak sekitar 6 tahun. Walaupun aku bukan yang paling jago di antara teman-teman lain. Kualitas menengah. Lalu aku membeli tali untuk olahraga sekitar 4 bulan yang lalu. Cukup lama dan waktu itu aku belum bisa mengkoordinasikan kedua kakiku untuk lompat bareng. Entah kenapa. Satu minggu lalu aku bisa dan setiap hari aku skipping 200-250 kali. Sebentar sih tapi buatku permulaan yang baik. Konsisten saja dengan apa yang sudah dimulai dan terus meningkat. Aku senang dengan target jadi rencana setiap hari aku bisa sampai 600 kali/hari dalam waktu 6 bulan ke depan. Lebih enak sebenarnya…
-
Tiga anak bulu
Senin, 6 Maret malam aku kembali ke Bogor dari Malang. Aku tidak disambut oleh kucing calico yang biasanya datang ke rumah. Aku terlalu lelah karena bus terlambat dari jadwal. Tengah malam aku merasa mendengar suara-suara aneh. Aku biarkan. Paginya, aku melihat kucing calico sudah ada di dalam rumah. Aku melihat perutnya sudah kempes. “Oh dia sudah melahirkan. Dimana bayinya?” batinnya. Aku pikir dia melahirkan di tempat lain. Lalu aku dengar suara-suara bayi kucing. Aku cari sumber suara. Duh, ternyata dia melahirkan di dalam kardus TV. Di dalamnya ada TV yang aku simpan. Memang di dalam situ hangat, tapi… ya sudahlah. Ada tiga bayi, dua bayi dengan dua warna: putih hitam…
-
Tidak berdaya selama dua generasi
Namanya Isa. Usianya 23 tahun. Menikah di usia 21 tahun dan saat ini sudah memiliki anak laki-laki berusia hampir 2 tahun. Dia bekerja denganku lebih dari 3 tahun sebagai pekerja rumah tangga. Sebelumnya dia bekerja di rumah temanku. Berhubung paruh waktu, dia masih ada waktu untuk bekerja di rumahku. Setahun kemudian kontrak kerja dia di rumah temanku berhenti jadi dia hanya bekerja denganku. Seingatku dia menikah dengan laki-laki pilihannya. Satu hal yang mengagetkan ketika aku mengenal Isa ketika mengetahui dia “hanya” lulusan SD. Usianya jauh lebih muda dariku, jadi aku heran, kok bisa hanya pendidikan SD. Rupanya dia anak yatim. Ketika masih sangat kecil, ayahnya meninggal. Ibunya bekerja sebagai pekerja…
-
Why didn’t I write?
I haven’t update this blog for a month. Why? I was not in the mood. Translation for this statements are:– I was too angry to write– I was too exhausted to write– I was confused about my feelings– I was overwhelmed by everything– I was busy digesting what happen– I was too sick– I didn’t know where to start– I was trying to be in the present and less care about writing it– I was busy with my works– I was trying to enjoy my life (which is weird that I need to make an effort for it)– I deliberately ignore my wellbeing– I don’t want to push myself too…
-
Perfeksionisme
Akun IG jennarobinsonart menulis seperti ini. This little reflection is something that I shared a couple of years ago but I’m going to share it again because it’s really resonating for me right now:One of the hardest lessons I’ve learned about painting is that, at a certain point, you have to let go of the painting. It has to be finished. One of the worst things I’ve done (and the slowest most painstaking way that I’ve ruined a painting) is to continue on making adjustments, for the sake of “perfection.” “Perfection,” l’ve noticed, is the voice in my head that finds a fault where there is none and is usually…
-
Rambut ketiak: enaknya diapain?
Pagi ini aku mencukur rambut ketiakku meskipun masih pendek. Aku menggunakan pisau cukur. Aku jarang menggunakan epilator yang aku beli cukup mahal karena epilatorku memerlukan sambungan listrik dan kadang sakit juga. Ketika mencukur itu, aku merasa sakit di ketiak kanan. Ketika menggunakan bedak BB (yes, aku masih pakai bedak BB yang terkenal itu), ada rasa perih. Ternyata di ketiak kiri juga terasa perih. Mencukur rambut ketiak bukan tradisi di keluargaku. Ibuku adalah pencabut rambut ketiak veteran dan salah satu kenanganku ketika kecil adalah mencabuti rambut ketiak ibuku. Peristiwa mencabut rambut ketiak itu sangat personal dan kami banyak ngobrol kemana-mana selama proses pencabutan. Belum lagi kalau aku tidak sengaja ikut mencubit…
-
A child inside us
Akun @gevantgrady menulis seperti ini di akunnya: Normalize orang tidak suka anak kecil. Ga semua orang sanggup untuk sabar ngadepin anak kecil dengan segenap tingkahnya dan mendengar jeritan2 mereka yg menganggu. Sorry to say. Oiya, aku setuju sekali dan poin ini nyambung dengan pernyataanku tentang childfree. Menurutku alasan juga beragam. Buatku, ketidaksukaan dengan anak kecil bukan soal tantrum dan jeritan mereka karena perilaku tersebut dilakukan juga oleh orang dewasa. Aku seringkali merasa tidak cukup mampu merawat bayi dan anak-anak. Merawat di sini tidak hanya fisik tapi juga memahami imajinasi mereka dan menghargai individualitas mereka. Tidak semua orang menyukai anak kecil dengan cara yang sama. Aku membalas pernyataannya dengan menulis: Aku…
-
Kematian
Tulisan ini menyambung tulisan sebelumnya tentang anak si Belang yang hamil, bersamaan dengan Belang. Selama 10 hari aku berada di luar kota. Aku hanya minta pekerja di rumah untuk membersihkan pasir gumpal dan menambah makan dan minum untuk tiga kucing yang masih sering ke rumah. Aku was-was kalau si Belang sudah melahirkan. Perut Belang lebih besar daripada anaknya yang selama beberapa minggu terakhir aku panggil dengan nama Sinbad, sesuai dengan nama perumahan tempat aku tinggal. Aku berpikir, kayaknya Belang duluan yang akan melahirkan. Aku pulang hari Senin, 20 Desember malam menggunakan bus. Aku kaget mendengar dan mencium bau aneh. Ternyata ada dua bayi kucing di kamar kedua. Salah satu bayi…
-
December, finally
Yes! December is here! Refleksi tahunan lembagaku sudah selesai dan sekarang aku dan tim menyiapkan peralihan kepemimpinan yang akan dilakukan bulan depan. Aku tidak sabar menunggunya. Seluruh rangkaian kegiatan refleksi dan refreshing berjalan lancar. Aku senang, semua peserta puas, gambaran peralihan kepemimpinan juga jelas. Semoga konsolidasi juga akan berjalan lancar. Kegiatan refleksi kemarin dilakukan di Labuan Bajo, NTT berdasarkan rekomendasi dari perwakilan wilayah. Aku ikuti dengan senang hati. Timku juga perlu jalan-jalan. Tim kami mengadakan perjalanan ke Pulau Padar dan Long Beach (Pink Beach). Kemudian kami kembali ke hotel. Dari Labuan Bajo, aku ke Surabaya. Mampir dulu ke orang tua dan menjenguk kondisi rumah di Malang yang masa sewanya berakhir.…
-
Kucing kecil yang tidak kembali
Terakhir aku melihat anak kucing betina tiga warna yang selama ini aku rawat pada hari Rabu, 24 November. Sejak hari Minggu lalu dia sudah menunjukkan kalau dirinya tidak sehat. Salah satunya tidak menghabiskan wet food yang aku berikan. Lalu Senin-Rabu, dia muntah-muntah. Hari Selasa, dia meringkuk di pojok kursi. Lalu aku tutupi badannya. Tidak lama, dia ke kamar mandi, menjilat air. Meskipun aku sediakan air minum tapi dia lebih suka minum di kamar mandi. Aku mengamati selama dua hari dia muntah tiga kali. Aku kasihan tapi aku tidak ingin membawa dia ke dokter. Hari Rabu pagi, dia keluar dari rumah. Biasanya dia memang suka keluar beberapa jam. Tapi kemudian dia…