Perjalanan-Saya

  • Perjalanan-Saya

    Seharusnya aku…

    Seharusnya aku terlahir lebih cantik dari kondisi yang sekarang. Keyakinan itu ditanamkan oleh ibuku yang ketika hamil, selalu membayangkan artis cilik kenamaan tahun 1970an, Dina Mariana. Orang dulu percaya bahwa ketika seorang ibu yang sedang hamil membenci seseorang, maka rupa anaknya akan sama dengan orang yang dibenci. Mungkin maksudnya karma atau untuk mencegah seseorang untuk keterlaluan membenci orang lain. Namun, hukum genetika lebih kuat dari kepercayaan tadi. Alhasil aku lahir dengan rupa ala Sidoarjo, Jawa Timur karena kedua orang tuaku berasal dari daerah tersebut. Seharusnya aku lahir di Desa Waung, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Dengan begitu, aku bisa menghidu bau tebu dan menjadi sosok yang manis seperti…

  • Pengalaman-Saya,  Perjalanan-Saya

    Beautiful Belitong

    Minggu lalu saya dan teman-teman mengunjungi Pulau Belitung. Kunjungan ini cukup mendadak karena biasanya jika direncanakan jauh-jauh hari justru tidak terlaksana. Selain karena ingin melepas penat sehabis kolokium dan ujian kualifikasi tulis, biayanya masih terjangkau. Misalnya untuk tiket pulang-pergi kami mendapat harga Rp 679.000/orang. Itu pun jika kami mau membeli lebih cepat, kami bisa dapat harga Rp 600.000/orang. Untuk biaya pemandu dari agen travel kami mendapat harga Rp 800.000/orang. Semakin banyak orang yang ikut, biasanya semakin murah. Itu juga tergantung dengan fasilitas yang diminta pengunjung. Paket dengan harga tadi khusus untuk 3 hari 2 malam. Kekhawatiran awal adalah cuaca karena di bulan Maret ini masih sering turun hujan. Alhamdulilah selama…

  • Perjalanan-Saya

    Belajar berimbang

    Belajar berimbang. Jadi judulnya belajar untuk dapat melakukan metode kuantitatif dan kualitatif secara berimbang. Pemilihan metode tidak hanya dilihat pada ketepatan atau kesesuaian dengan tema tetapi juga oleh paradigma dari institusi. Biasanya paradigma sulit untuk diubah karena bagian dari ego keilmuan. Berjalan berimbang menjadi sulit karena sebagian besar merasa bahwa perlu mengambil sikap. Kadang berimbang dianggap bukan suatu pilihan sikap. Banyak mengamati dan mengikuti. Artinya belajar bersabar dengan ego dan paradigma yang sudah dimiliki. Dengan begitu lebih terbuka untuk mengamati dan mengikuti jalan yang ada di depan. Memang mencari aman karena mengobrak-abrik tatanan yang dianggap ajeg sangat berisiko. Tidak sebatas risiko akademis tetapi juga secara emosional. Melakukan protes bisa menggunakan…

  • Perjalanan-Saya

    Perjalanan dengan Bus Damri di Medan

    Saya ingin berbagi pengalaman menggunakan jasa Bus Damri di Medan. Pada saat kedatangan di Medan, aku diminta panitia menggunakan Bus Damri karena lokasi kegiatan hanya 6 menit berkendara dari pool bus di Medan Fair Plaza. Dengan senang hati aku naik bus ini. Aku menunggu di dalam bus sekitar 15 menit sebelum akhirnya berangkat menuju Kota Medan. Perjalanan ditempuh hampir 3 jam, mungkin karena siang hari dan jalanan cukup padat. Pada saat pulang, aku juga naik Bus Damri dari Medan Fair Plaza. Kali ini aku menunggu lebih lama karena rupanya aku salah naik. Jadi bus yang akan berangkat mangkal di dekat pintu masuk mal bagian samping dan di sebelahnya ada ruang…

  • Perjalanan-Saya

    Menjadi murid

    Keinginan melanjutkan pendidikan formal dimulai dari kejenuhan bekerja dan beragam pertanyaan dari diri tentang perubahan apa yang sudah saya lakukan untuk diri sendiri dan orang lain. Rasanya bukan alasan yang tepat untuk kuliah kembali, apalagi untuk tingkat doktoral. Namun dorongan itu sangat kuat. Dorongan yang saya sendiri tidak paham dan belum menemukan kata-kata yang tepat untuk menggambarkannya. Teman-teman banyak yang penasaran dan kerap bertanya: untuk apa kamu kuliah lagi?, apa yang akan kamu lakukan setelah lulus menjadi doktor?, atau kadang berupa sindiran, kamu senang sekali kuliah ya? Saya semakin bingung dan bertanya ke diri sendiri, “Mengapa saya merasa terdorong untuk kuliah lagi?” Masuk di semester satu, saya merasa kesulitan menyesuaikan…

  • Perjalanan-Saya

    Belajar memaknai perbedaan dan kekhususan

    Penyandang disabilitas terlahir seperti itu adanya. Mereka tidak bisa memilih terlahir dengan kondisi khusus. Perbedaan dan kekhususan membuat penyandang disabilitas mendapat perlakuan diskriminatif yang dapat dihindari. Kondisi tersebut dianggap berbeda dengan LGBTIQ (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender, Intersex, Queer) karena orientasi seksual dianggap sebagai sebuah pilihan dan gaya hidup daripada sesuatu yang terberi. Saya meyakini bahwa orientasi seksual pada sebagian besar orang bukan pilihan melainkan terberi sejak lahir. Seringkali orientasi seksual yang berbeda disadari pada tahap lanjut karena pembicaraan tentang seksualitas ditabukan dalam masyarakat, sehingga individu tidak tahu memaknai pengalaman dan penghayatan seksualitasnya yang berbeda. Pendapat bahwa orientasi seksual adalah terberi atau takdir ikut dikritik karena ada yang beranggapan bahwa takdir…